"Jangan pergi. Kamu di sini aja. Aku yang akan pergi."
***
Liburan telah usai, dan para pegawai Kesempatan Kedua kembali bekerja sesuai dengan tugasnya masing-masing. Miya mendapat beberapa pertanyaan mengenai kenapa dua hari kemarin kafe ini tutup. Saat menjawab kalau mereka pergi liburan, banyak pengunjung yang ikut senang karena pegawai kafe bisa liburan sekaligus mendesah iri karena ingin bisa liburan juga di antara kesibukan masing-masing. Namun, menyayangkan karena dua hari kemarin, mereka tidak bisa datang ke sini.
Dua hari setelah liburan, Miya tetap bekerja seperti biasa. Perempuan itu berdiri di kasir dan melirik ponselnya yang memberitahukan banyak pemberitahuan masuk. Perempuan itu meraihnya dan mengecek apa gerangan yang membuat akun Instagramnya ramai. Ternyata, ada banyak orang yang menyukai postingan Instagram terbarunya yang menampilkan foto kue putri salju yang dipesan Shaselfa. Kue putri salju itu lebih unik karena Miya selain memakai taburan gula putih, Miya juga memadukan sedikit sprinkles sehingga tampilannya jauh lebih menarik.
Di sampingnya, ada Citra yang sedang menunggu pesanan dari Regi. Perempuan itu sekarang sudah berani blak-blakan bicara manis dengan Regi. Sampai tiba-tiba, "Itu cewek yang Pak Qis gosipin kemarin bukan, Miy?"
Pertanyaan Citra menarik perhatian Miya. Citra menunjuk bangku dekat pintu kafe yang ditempati oleh Qis dan seorang perempuan berambut sebahu dengan penampilan casual; atasan polos berwarna biru tua dan celana jins. Regi melirik mereka sekilas, lalu kembali sibuk dengan kegiatannya membuat kue. Miya mengamati mereka dan terkejut dengan ekspresi masa bodoh dan santai yang Qis tampilkan. Sepertinya, dia mengikuti saran Miya dan Citra kemarin.
"Padahal ceweknya menarik ya, Miy. Enak dipandang."
"Iya," sahut Miya.
"Ya tapi mana ada cowok yang mau dijodohin, sih. Mana Pak Qis itu bisa mencari siapa aja dengan mudah."
Citra mengangguk-angguk. "Orang-orang dengan latar keluarga seperti Pak Qis dan Pak Wren memang sulit dipahami sama kita." Citra menutup komentar dengan mengambil nampan berisi dua kopi cappucinno dari Regi untuk diantarkan ke meja nomor 14.
Setelah Citra pergi, Regi tampak membuka laci meja paling bawah lalu menyerahkan sekotak dimsum. "Tadi Pak Wren nitipin ini buat kamu, Miy."
Miya menatap makanan itu dengan kening mengernyit. "Pak Wren udah ke sini?"
Regi mengangguk. "Tapi tadi udah keluar lagi."
Miya mengangguk paham dan menerima dimsum tersebut dan berencana melahapnya saat jam istirahat. Sejujurnya, sejak pulang dari liburan, Miya menghindari Wren sebisa mungkin. Mereka nyaris belum pernah bercakap-cakap lagi. Padahal, pada beberapa kesempatan, Wren sengaja mengajaknya makan siang bareng atau pulang bareng, tetapi Miya menolak dengan berbagai alasan, misalnya dia harus makan bareng Citra atau akan pulang bareng Dirga.
Omong-omong soal Dirga, Miya jadi merasa bersalah. Akhir-akhir ini, perempuan itu merasa memanfaatkan Dirga habis-habisan demi menghindari Wren. Selama liburan, dia memanfaatkan Dirga dan setelah pulang liburan, dia pun masih memanfaatkan pria itu. Soalnya, Dirga selalu ada saat Wren mengajak Miya makan siang atau pulang bareng. Akhirnya, Miya selalu memilih Dirga demi menghindari Wren.
Dan...
Huft. Miya melirik ponselnya yang menampilkan pemberitahuan pesan dari Dirga.
Dirga: Makan siang bareng lagi, yu?
Dirga jadi lebih sering menghubunginya, seolah mendapat lampu hijau. Sepertinya, Miya harus segera memutuskan kontak dengan pria itu. Dia tidak ingin membuat Dirga berharap lalu terluka. Kemarin, dia makan bareng dengan Dirga karena Wren mengajaknya makan bareng. Demi menghindari Wren, Miya menerima ajakan Dirga. Segera, perempuan itu membalas.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sweet Second Chance [END]
RomanceVitamin #1 He fall first, she fall harder 🙏 *** Setelah kematian sang ayah dan julukan pelakor disematkan untuknya, Miya tidak pernah berharap akan hidup bahagia. Dia hanya menjalani hidup monoton sebagai kasir di kafe Kesempatan Kedua yang mempeke...
![Sweet Second Chance [END]](https://img.wattpad.com/cover/263754560-64-k62875.jpg)