3 : 3,2,1, Crash To You

1.2K 72 5
                                        

Selagi para member belum datang, para dancer yang telah datang di ruang dance bebas melakukan apapun. Diantara mereka ada yang karaoke, mengobrol, bercanda, ada pula yang melakukan peregangan, menonton video dance idol grup dan mempraktekkannya.

Sementara Jia dan dua temannya --Doha dan Misoo, melakukan karaoke. Mereka mantan trainee SM, sudah terbiasa menggunakan audio milik perusahaan.

Doha mengcover ost drama yang berjudul sudden shower.

Diantara mereka bertiga, suara Doha yang paling bagus. Dia juga memiliki visual yang memenuhi standar SM. Namun sayangnya dia senasib dengannya yang gagal debut.

Yah, Jia akui, kualitas vocal dan lain-lainnya belum memenuhi kualitas sebagai idol.

Dua gadis itu menjadi penari latar disaat laki-laki itu bernyanyi. Keduanya berdansa dramatis, membuat laki-laki itu tertawa di tengah nyanyiannya.

"Sekarang giliranmu." Doha memberikan mic pada Jia setelah selesai bernyanyi.

"Ani~ Misoo saja." Jia mengoper micnya ke Misoo.

"No, no, no! Kau saja! Yang lain bisa kejang dengar suaraku." Misoo balik memberikan pada Jia.

Dua temannya terbahak.

"Geuraee," Jia akhirnya menerimanya. "Ada lagu yang ku suka akhir-akhir ini. Lagu Thailand. Aku tidak begitu hafal liriknya."

"Ada teksnya, bodoh!" sembur Misoo.

"Okai, okai." Jia mengangguk seraya memilih lagu yang akan ia nyanyikan.

Jreeeeeng!


(Serius deh, ni lagu emang bagus 😂)

Jia tidak langsung menyanyi, kedua temannya mengangguk-angguk suka mendengar instrumen lagu tersebut, namun begitu Jia mulai menyanyi, tawa dua temannya menyembur

"BHUAHAHAHHAHA!"

"Therkhoew bokhfdshgfjlljhk,"

"Therasfhjklljklk"

"Kau menyanyi apa kumur-kumur?" Misoo tertawa sampai memegangi perutnya.

"LIRIKNYA SUSAH DI BACA, GILAAA!" Jia menjawab lewat mikrofon membuat temannya semakin terpingkal.

Akhirnya Jia meletakkan kembali mic nya dan memilih menari saja. Mereka malah membuat koreo untuk lagu itu. Hanya dalam waktu sesingkat itu, mereka berhasil membuat koreonya.

"Ayo, kita mulai lagi."

Lagu terputar kembali dan koreografi yang indah tengah mereka mainkan. Gerakan mereka berkonsep funny and romance.

Saking asiknya menari, mereka tidak sadar tiga dari member dream telah datang. Mereka duduk menonton di sofa sambil meminum kopi.

"Dance nya bagus." Jeno berkomentar.

"Mereka mantan trainee kan? Aku sering melihatnya latihan dulu." sambung Chenle.

Jeno mengangguk. "Eung." gumamnya. Pandangannya terpaku pada gadis berambut hitam panjang. "Visual mereka juga bagus."

POISON [COMPLETED] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang