Haaaiii, haaaiii 😁
Etdah, lama bener ini updetnya. Sebulan lebih woi.
Maap 😭
Dahlah, gamau curcol banyak alasan kenapa molor lama, lgsg cuzz aja bestie...
.
.
.
.
Sudah lebih dari sepekan Haechan mengunjungi apartemen milik Jia, tetapi tidak ada lagi jejak-jejak dia kembali.
Jadi dia hanya sekedar mampir saja, tanpa berniat untuk kembali?
Dasar kejam.
Hari-hari setelah melihat kembali sosoknya, Haechan jadi lebih banyak diam, ia bahkan menolak projek untuk sementara waktu dengan alasan kesehatan. Waktu-waktu di rumahnya lebih banyak ia habiskan untuk melihat rekaman cctv yang ia dapatkan dengan susah payah dari gedung apartemen Jia.
Setiap kali melihat gambar itu, buncahan di dalam dadanya bergelombang dahsyat. Perasaan yang telah tertidur sangat lama telah terbangun lagi sampai sulit ia kendalikan. Luka-luka yang ia pikir sudah sembuh, nyatanya kini terbuka lagi dengan nyeri yang sama. Hal itu menyebabkan tubuhnya menjadi down.
Haechan tidak bisa mengelak bahwa ia masih mencintainya.
"Jia-ya," Haechan memanggilnya lirih sembari mengusap layar ponselnya dengan Ibu jarinya. Wajahnya tidak begitu jelas, tetapi postur dan cara berjalannya tak berubah. Rupanya dia telah memendekkan rambutnya.
"Kenapa kau begitu kejam padaku?" tanyanya pada benda di tangannya yang tak bisa menjawab.
"Kau sudah membuatku seperti orang tersesat selama bertahun-tahun, apa kau tidak ingin mengatakan sesuatu padaku?"
Bibirnya tersungging masam. "Apa kau sudah bahagia tanpaku?"
Sorot yang tadinya datar, berubah menjadi gelap. Haechan bisa mentolerir kesalahan apapun kecuali pria lain. Sudah cukup perselisihan antara dirinya dengan Jeno, jangan sampai Jia mengulangi kesalahan yang sama padahal dia sudah berjanji padanya.
Tapi, apakah janji itu masih berlaku untuknya, sementara dia sudah pergi sangat lama?
Menarik nafas yang terasa sesak, pandangan Haechan terarah lama ke plafon kamarnya, kemudian kedua matanya terpejam dengan perasaan sedih hingga mengalirkan sungai kecil di kedua sudut matanya.
"Katakan apa salahku, Jia-ya," bisiknya, pada udara yang sunyi.
🍁🍁🍁
Haechan sakit.
Sejak kemarin Jia tidak bisa fokus pada pekerjaannya setelah mendengar kabar dari Seungyeon bahwa Haechan sedang sakit. Dia sudah sakit lebih dari satu pekan dan tidak ingin makan apapun. Seungyeon meminta saran padanya dengan cara apa agar kakaknya mau makan.
"Huuh," Jia menghela nafas pendek sembari membereskan barang-barangnya dan bersiap akan pulang.
Namun baru saja berdiri, Jia kembali duduk dengan desahan kasar. "Aishhh!!"
Mungkin karena jarak mereka yang tidak jauh lagi, Jia tidak bisa berpura-pura tuli saat mendengarnya sakit. Banyak pikiran yang menari-nari di kepalanya, memikirkan banyak cara untuk merawatnya tanpa muncul di hadapannya ataukah ia membiarkan saja karena banyak orang-orang disampingnya?
"Arrgghh!" Jia mengacak kasar rambutnya.
Terdiam cukup lama dengan pikiran semrawut, Jia akhirnya mengambil keputusan dan menghubungi Seungyeon.
KAMU SEDANG MEMBACA
POISON [COMPLETED]
FanfictionAku terjebak di dalam hubungan yang gila. ___________________________ Warning ⚠️🔞 #Mature content 💚 #Romance #Drama #Idol #Toxic #ReverseHarem :") Start : 23 Mei 2024 End : 12 Jun 2025
![POISON [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/369412788-64-k147153.jpg)