Aku terjebak di dalam hubungan yang gila.
___________________________
Warning ⚠️🔞
#Mature content 💚
#Romance
#Drama
#Idol
#Toxic
#ReverseHarem :")
Start : 23 Mei 2024
End : 12 Jun 2025
Fyi, nama keluarga Haechan pke nama asli ya. Klo ada salah sm nama mrk gk papa lah ya, ini kn cm fiksi 😂 gak tau bnyk soal kluarga echan soalnya.
Happy reading,
And, hbd uri fullsun 🌻 Semoga masalah ini segera slese n bs bebas ngehype kelen lg tnpa ada perasaan yg ngeganjel 😭
.
.
.
__________
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"EODIYAAA!" kontan saja Jia langsung meringsut ke pojok pintu agar Jeno tidak mendengar suara Haechan.
"Belanja..." jawab Jia, menggigiti kuku jarinya. Ia menyadari laki-laki disampingnya terus memandangnya.
"Kenap——" Jia reflek membungkam mulut laki-laki itu.
"Neee, arraseo. Aku akan segera pulang! Jangan memanggilku lagi!"
Tuut!
Jia mematikkan sepihak.
"Siapa?" Jeno terkekeh ketika melepaskan tangan Jia dari mulutnya.
"O-oppaku," pandangannya ia larikan ke arah lain.
"Aah, begitu." Jeno mengangguk. "Kenapa berbohong?" tangannya masih menggenggam tangan Jia.
"Itu.. Dia orang yang sangat ketat. Dia berfikir aku belum boleh berkencan."
"Wah, jinjja?"
Jia mengangguk. "Mari kita pulang."
Jeno tampaknya sangat enggan, tapi mau bagaimana lagi? Ia tidak bisa memaksanya. Saat hendak melepaskan tangan ramping itu, pandangannya terhenti pada jam tangan yang di kenakan gadis ini.
Dahinya mengernyit. "Jam tanganmu mirip dengan milik temanku."
Deg!
Jia meneguk ludahnya kaku ketika menarik pelan tanggannya dari laki-laki itu.
"Oh, benarkah? Model ini memang pasaran. Ini juga hanya barang tiruan, kok." Jia tertawa bodoh.
Ha ha ha....
Ha ha ha....
Tentu saja jam tangan ini milik Haechan dan sudah jelas barang tersebut asli. Ada banyak barang yang dia tinggalkan di rumahnya termasuk baju-bajunya. Terkadang dia langsung datang ke rumahnya saat pulang bekerja, jadi dia tidak perlu memikirkan pakaian ganti.
Sudah dibilang, Haechan menganggap rumahnya seperti rumah sendiri. Dia bisa makan, tidur, dan mandi sesukanya di rumahnya. Dia bahkan lebih sering di rumahnya ketimbang rumah sendiri.