Jia mematung saking terkejutnya. Kedua tangannya hanya bisa menggantung di udara, merasakan sesuatu yang bergerak di bibirnya. Dia menekan tengkuknya dan menekan bibirnya cukup kuat.
Oh, shit.
Ternyata Jisung lebih gila darinya saat mabuk.
"Micheo——" Jia berhasil melepaskan diri dengan cepat saat tangan Jisung mengendur di tubuhnya. Kedua tangannya reflek membungkam mulutnya sendiri dengan mata mengerjap linglung. Jia tidak percaya dengan apa yang terjadi barusan.
Jisung menciumnya?!
Jisung yang sadar telah melakukan sesuatu yang gila, duduk terdiam. Ruangan itu kini menjadi semakin hening.
"Maaf," Jisung berdiri dari duduknya dengan tubuh sedikit oleng. Tanpa mengatakan apapun lagi, dia pergi ke kamarnya begitu saja.
Apa-apaan tadi?!
Jia memijat dahinya, pusing. Tengah mencerna kejadian beberapa detik yang lalu. Mau dipikir bagaimanapun, Jia tidak pernah manyangka Jisung akan menciumnya. Ini sangat di luar akal sehatnya.
Sampai beberapa menit, Jia masih duduk diam tanpa melakukan apapun. Meski kesadarannya sedikit terkumpul, Jia masih mabuk. Ia tidak bisa pulang dalam keadaan seperti ini tanpa bantuan.
Haruskah ia tidur saja dengan Jeno? Ataukah memanggil Haechan untuk menjemputnya?
Ah, sial. Ini kesalahannya sendiri yang melupakan batas dengan Jisung. Kini diirnya terjebak disana, tak tahu harus bagaimana.
Pandangannya lalu melirik jam dinding disana. Matanya menyipit melihat angka di benda yang tergantung itu.
Ah, ini baru jam 10 malam. Belum begitu larut.
Beep, beep, beep ...
Jia masih duduk dengan pikiran melayang, tersentak mendengar suara pencetan bel. Kepalanya spontan menoleh ke arah pintu, harap-harapnya cemas, menebak siapakah yang datang malam hari di asrama Dream.
Managerkah?
Ceklek.
Tubuh Jia mematung seketika dan ponsel di tangannya hampir saja meluncur dari tangannya, melihat siapa yang datang.
What the!
Haechan dan Mark.
Tak berbeda dengannya yang terkejut, Haechan sama terkejutnya melihat dirinya berada disana.
"Ya, kau disini?!" Haechan langsung melangkah cepat menghampiri Jia yang duduk di lantai sendirian.
"I-iya," Jia menyengir kaku, sambil berpindah duduk di sofa.
"Ah, sudah sepi ternyata. Kita terlambat." ujar Mark.
Untunglah...
Jeno mabuk dan tertidur, jika tidak, mungkin saat ini ia tengah berada di dalam kamar bersama Jeno. Jia tidak bisa membayangkan bagaimana marahnya Haechan jika menemui diirnya bersama Jeno di dalam kamar. Dan kejadian mengejutkan beberapa saat yang lalu, untungnya tidak berlangsung lama. Akan jadi masalah besar jika Haechan memergoki Jisung tengah menciumnya.
Heol. Kenapa dirinya harus menjadi larutan racun di dalam pertemanan mereka?!
"Kenapa hanya kau dan Renjun yang disini?" Haechan menatap Renjun yang tertidur pulas di sofa.
"Yang lain mabuk dan sudah tidur, ayo pulang saja. Aku mabuk." Jia mengulurkan tangannya yang langsung disambut olehnya.
Haechan kesal karena Jia disini tanpa mengatakan apapun padanya, tapi melihatnya sendirian disini, ia merasa sedikit tenang. Jia tidak sedang melakukan apapun dengan Jeno.
KAMU SEDANG MEMBACA
POISON [COMPLETED]
FanfictionAku terjebak di dalam hubungan yang gila. ___________________________ Warning ⚠️🔞 #Mature content 💚 #Romance #Drama #Idol #Toxic #ReverseHarem :") Start : 23 Mei 2024 End : 12 Jun 2025
![POISON [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/369412788-64-k402959.jpg)