"Haera, Jaeha, kalian jangan nakal ya. Kalian harus nurut sama Eomma Misoo, arraseo?" Jia memperingati dua anaknya yang telah berpakaian rapih dengan tas punggung masing-masing.
"Ne, Eomma!" seru dua bocah perempuan dan laki-laki itu kompak.
"Jaeha, kau kakaknya, kau juga harus menjaga adikmu, jangan biarkan dia kabur, oke?"
"Arraseo, Eomma." jawab bocah laki-laki yang lebih tua satu bulan dari adiknya.
Berbeda dengan Haera yang sangat aktif, Jaeha jauh lebih tenang. Dia lebih suka sibuk dengan game ketimbang bermain bebas seperti adiknya. Dua kepribadian mereka sangatlah berbeda, persis seperti Ayah mereka masing-masing.
Gadis cilik yang menjadi bahan pembicaraan, hanya menggembungkan pipinya sambil menggerak-gerakkan kakinya di lantai.
"Kalian semua membosankan," dumel bocah lima tahun itu. Menurutnya, kakaknya itu lebih membosankan, sebab dia sering melaporkan kelakuannya saat di tempat penitipan anak.
"Haera-ya," Jia melotot membuat putrinya itu menunjukan cengiran kudanya.
"Ne, Eomma! Aku akan patuh!" seru Haera dengan semangat. Jaeha disampingnya menahan agar tidak menguap. Adiknya ini pasti tidak akan mendengarkan 100%.
Misoo yang menunggunya di depan pintu, tertawa. "Gwenchana~ Haera pasti tidak akan membuat Bibi kerepotan, kan?"
"Tentu Mama Misoo yang cantik!" Haera memang paling ahli dalam mengambil hati.
"Haera memang sangat pintar!" Misoo mengacungkan jempolnya.
Jia yang melihat dua manusia itu, hanya bisa menahan bibirnya agar tidak mencebik. Hidupnya cukup sulit memiliki dua anomali di hidupnya.
"Baiklah, kalian harus cepat pergi, nanti bisa tertinggal pesawat. Appa Juhan sudah menunggu di bawah."
"Oke, Mama!" dua bocah itu berseru kompak.
"Yeaaayy! Aku akan pulang ke Korea! Aku akan bertemu Appa-Appaku dan ke konser NCT Oppa yang tampan!!" seru Haera kegirangan.
"Heh, mereka itu paman!" tegur Jia, melotot. Putrinya ini selalu memanggil para member NCT Oppa, sangat menjengkelkan saat bocah itu bertingkah genit seperti para fangirl-fangirl di luar sana.
"No mama, semua idol yang tampan itu Oppa!"
"Ya--"
"Bye-bye, Eomma, muach!" Jia belum sempat memprotes putrinya, bocah itu sudah menarik tangannya kuat agar Ibunya membungkuk, lalu dia melompat untuk mencium pipinya, kemudian kabur secepat hembusan angin.
"Haera-ya!"
Misoo tergelak sambil memegangi perutnya. "Benar-benar gen tidak bisa berbohong. Buah jatuh se-pohon-pohonnya." gelak Misoo.
"Aku berharap buah jatuh ke sungai biar hanyut jauh dari pohonnya." decak Jia.
Misoo menertawakan keluhan Jia.
"Eomma, aku berangkat dulu. Jangan lama-lama menyusul kami, aku akan mencari Eomma baru nanti." kali ini Jaeha yang mendekat untuk berpamitan.
"Jaeha-ya, kupikir kau akan berbeda dengan adikmu." desah Jia.
Jaeha menyengir. "Aku bercanda Eomma, Eomma dan Eomma Misoo yang terbaik dan yang paling cantik. Aku akan merindukan Eomma disana."
Wajah lelah Jia seketika berubah cerah. "Omo, anak Eomma yang paling pengertian." Jia memeluknya gemas.
"Sebagai kakak, aku harus lebih dewasa." kata bocah cilik itu, membuat ibunya tersenyum haru.
Jia terkekeh gemas, "aegiya, kau masih terlalu kecil untuk bersikap dewasa. Eomma hanya ingin kau akur saja dengan adikmu, jangan bertengkar, arraseo?"
KAMU SEDANG MEMBACA
POISON [COMPLETED]
FanfictionAku terjebak di dalam hubungan yang gila. ___________________________ Warning ⚠️🔞 #Mature content 💚 #Romance #Drama #Idol #Toxic #ReverseHarem :") Start : 23 Mei 2024 End : 12 Jun 2025
![POISON [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/369412788-64-k402959.jpg)