Hai, haaaaiii, lama bgt nih gak update 😭
Rencana mau selesein ini cerita sebelum puasa, eh malah jatoh sick nyampe semingu lebih 🤣 trs di tmbh lagi buat balikin tenaga sama mood gak sebentar 🫠🙃 jadilah sekarang baru bisa lanjutin ini cerita. *Ehe
Yasudahlah... 🙃
Hepi riding saja ya adek" yg imuttzz.
Sebelumnya, mari putar cover Haechan. Pirst lope 🫠🫠🫠
..
..
..
"Kenapa?" Haechan mengerutkan keningnya bingung, menatap Jia yang tampak kesakitan.
"Ta-tangan——" rintih Jia terbata. Sakit di tangannya terasa sampai di sekujur tubuhnya.
Reflek saja Haechan menjauhkan tangannya yang mencengkeram lengan Jia. Dia baru teringat tangan Jia terluka.
Haechan lantas bangun dari tubuh Jia dan mengambil lengan Jia, tetapi Jia menarik tangannya dengan cepat dan buru-buru bangun dari ranjang. Melihat reaksi panik Jia, Haechan menatapnya curiga.
Luka apa yang berusaha Jia tutupi?
"Coba ku lihat lukamu," Haechan menatapnya lurus.
"A——ani," Jia menggeleng kaku. "Hanya lecet kecil," gumamnya.
Haechan diam, menatap lama pada gadis di depannya. Matanya tengah membaca gerak-gerik mencurigakan gadis itu. Hingga dia tampak lengah, Haechan bergerak cepat menarik lengannya membuat gadis itu tidak sempat menghindar.
Sraaakk.
"Oppa——" Jia membulatkan matanya terkejut saat Haechan berhasil menyingkap lengannya yang ia tutupi dengan wristband.
"Jia-ya, apa ini?" Haechan sukses membeku melihat perban yang membungkus lengan Jia. Tampak rembesan darah yang merembes di kain putih tersebut.
"Aku bilang hanya le-lecet," Jia memalingkan wajahnya dengan bibir tergigit menahan nyeri.
"Lecet?" suara Haechan sangat pelan. "Lecet kau bilang?" ulang Haechan dengan intonasi yang sama, namun berhasil membuat bulu kuduk Jia merinding.
"YA! LECET MACAM APA YANG MENGGUNAKAN PERBAN SEPERTI INI!"
Jia meringsut dan memejamkan matanya mendapat semburan dari Haechan.
"Hanya lu-luka kecil," gumam Jia, tergagap.
Terdengar dengusan samar dari Haechan. "Hah, luka kecil?"
Seketika kamar yang bercahaya tamaram itu menjadi terang benderang membuat Jia berjengit kaget. Haechan menyalakan lampu kamarnya tanpa beranjak dari ranjang. Pandangannya hanya tertuju pada lengan Jia yang terbalut kain putih itu. Kain putih tersebut terdapat noda berwarna merah yang cukup lebar.
Melihat darah yang merembes di kain perbannya, Jia membulatkan matanya panik. Jia hendak menarik tangannya kembali, namun Haechan menahannya dengan kuat.
"O——Oppa, ini——"
"Diam," Haechan mengeram. Tangannya sedikit bergetar saat hendak membuka kain perban itu.
"Oppa, a-andwe ..." Jia menggeleng lemah saat Haechan mulai membuka kain perbannya. Ia berusaha menarik tangannya agar Haechan berhenti, tapi nyatanya hal itu malah semakin membuat Haechan tak ingin melepaskannya.
Oh, shit!
Jia membeku begitu kain perbannya telah terbuka seluruhnya. Begitupula dengan Haechan yang terdiam kaku melihat luka mengerikan di tangan Jia yang telah di penuhi oleh darah.
KAMU SEDANG MEMBACA
POISON [COMPLETED]
Hayran KurguAku terjebak di dalam hubungan yang gila. ___________________________ Warning ⚠️🔞 #Mature content 💚 #Romance #Drama #Idol #Toxic #ReverseHarem :") Start : 23 Mei 2024 End : 12 Jun 2025
![POISON [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/369412788-64-k147153.jpg)