SIDE STORY : 2

431 31 15
                                        

👆▶️

Lama yaa... Maap. Short dracinnya lg bagus" soalnya, jd gasempet nulis 🤣

.

.

.

.

Haera berhasil membuat Misoo panik saat Jaeha mengatakan Adiknya sudah tidak ada di kursi. Sungguh, bocah itu sangat pintar melarikan diri dengan cara apapun, bahkan dia berani berkeliaran di tempat yang belum pernah dia kunjungi. Memang seharusnya bocah itu diikat saja agar tidak menghilang seenaknya.

Tidak sekali dua kali Haera menghilang, bocah itu cukup sering menghilang dengan alasan bosan. Haera berkali lipat lebih sulit di kondisikan ketimbang Jaeha, Misoo menyesal tidak mengawasi Haera dengan baik karena sibuk dengan pekerjaannya.

Lewat jam tangan pintar yang di kenakan oleh Haera, posisinya bisa di temukan dengan mudah. Melihat dimana keberadaan bocah itu, saat itu juga kedua kakinya tertahan tanpa bisa melangkah melihatnya.

Wah, ini sungguh kebetulan. Misoo tidak menyangka Haera akan bertemu Ayahnya secara tidak sengaja di bandara Cina. Kemungkinan mereka telah menyelesaikan jadwal di Cina.

Melihat Haechan dan teman-temannya yang tampaknya menyambut Haera dengan baik, Misoo membiarkan saja sambil mengawasinya dari jauh. Ia khawatir Haechan akan mengenalinya jika ia mengambil anak itu. Dia pasti akan dengan mudah menebak siapa Haera lantaran sangat mirip dengannya.

Baiklah, itu sudah satu minggu yang lalu.

Haera sudah mendapat hukuman dari Misoo yang mungkin tidak akan membuat anak itu kapok. Jia juga sudah memarahinya karena tidak menepati janji pada Ibunya untuk menurut.

Hari-hari berada di Negara yang baru keduanya injak setelah lahir di Negara orang, banyak aktivitas yang di lakukan si kembar. Dari mendaftar sekolah, mendaftar les vocal, les musik, les bahasa asing, dan masih ada lagi kelas yang akan dua bocah itu ikuti. Benar-benar jadwal yang cukup padat untuk anak sekecil mereka.

Setelah berhari-hari berlalu, akhirnya anak-anak akan menyambut kedatangan Ibu mereka ke Korea. Kali ini yang menemani dua bocah itu Seoho dan kekasihnya yang tidak lama lagi akan menikah.

"EOMMAAAAA!!!!" Jaeha dan Haera kompak melompat dari duduknya begitu melihat kemunculan Ibunya. Kedua bocah itu langsung menghambur ke pelukan Ibunya sampai membuat Ibunya nyaris terjatuh saking kencangnya mereka menubruk.

"EOMMA, BOGOSHIPOYOOO!!" dua anak itu kompak mencium pipi Ibunya.

Jia tersenyum senang saat membalas pelukan keduanya dengan gemas. "Eomma juga rindu kalian ..." baginya berpisah sebentar saja dengan keduanya sangat sulit untuknya, apalagi berpisah setengah bulan lamanya. Jia harus menahan rindu setiap hari, itu sebabnya ia segera menyelesaikan urusannya agar cepat-cepat menyusul mereka.

"Mereka tidak bisa diam dari tadi," Hana, kekasih Seoho berujar geli.

"Aniyo, aku tetap duduk tenang, tuh." Jaeha tidak mau mengakui bahwa ia diam-diam bertingkah tidak sabaran seperti adiknya yang tidak mau diam.

Ketiga orang dewasa itu tertawa, mengiyakan saja apa yang dikatakan anak itu.

"Eonni, Oppa, gomawoyo sudah menjaga anak-anakku."

Perempuan tinggi nan cantik itu terkekeh sambil mengibaskan tangannya di udara. "Haish, bukan apa-apa. Mereka sangat menggemaskan, aku senang menjaganya."

"Ya, kau lupa, kita kan orang tuanya juga." sambung Seoho.

Jia terkekeh dan mengangguk-angguk saja.

POISON [COMPLETED] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang