50 : Award -- (confess)

446 37 15
                                        

Acara Award tengah berlangsung. Ada banyak sekali idol grup populer yang hadir disana. Hanya saja di dalam unit NCT, hanya dream saja yang hadir. Akan tetapi dari masing-masing unit, akan hadir di acara award yang lain.

Dream baru saja menyelesaikan penampilannya yang disambut sangat meriah. Ada banyak sekali warna hijau yang menghiasi venue. Hal itu membuat para member menjadi lebih semangat dalam menunjukkan penampilannya yang luar biasa.

Dream yang telah tampil, turut bergabung dengan para idol grup yang lainnya di tempat duduk dekat panggung. Menonton penampilan grup lain serta solois. Mereka sangat menikmati penampilan dari grup lain yang tak kalah meriah.

Sementara Jia dan para dancer yang lain, menonton penampilan tersebut lewat layar di ruang tunggu umum. Menonton bersama dengan para dancer dari grup lain dan para staf yang lain. Ruangan itu sangat ramai. Mereka yang mengidolakan para idol, tak bisa menahan pekikannya.

"Sooya, siapa idol grup yang kau sukai?" tanya Jia. Mereka duduk di pojok berdua.

Misoo menatap Jia sejenak sebelum akhirnya tergelak. "Aku lebih suka berkencan dari pada mengidolakan idol. Membuang-buang waktu."

Jia menahan tawanya mendengar jawabannya. "Kita memang sama."

"Ya, jadi fangirl itu sangat melelahkan. Mereka harus bekerja keras jika idolnya comeback, kolab, BA, dan lain-lain. Mereka harus merelakan waktu, tenaga, dan uang tentunya. Sampai harus rela lembur streaming demi meningkatkan viewers. Aku tidak sanggup untuk melakukan itu." cerocosnya.

"Geurohji!" Jia mengangguk setuju."Kita agak aneh tidak, sih? Padahal kita sempat trainee, tapi tidak memiliki role mode. Minimal harusnya artis SM."

Misoo cekikikan. "Untung saja kita tidak jadi debut-"

"NCT DEUUURIIIIIMMM! CHUKKAEEE!"

Kedua gadis itu yang tengah asik cekikikan di pojok, tiba-tiba di kejutkan oleh suara layar televisi yang menyebutkan grup NCT.

"Wooaah, Daesang?" semua yang ada disana bertepuk tangan, memberi selamat.

"Omo, daebak." Misoo dan Jia turut bertepuk tangan. Dream kembali menadapatkan Daesang. Itu pencapaian yang sangat luar biasa.

......

Malam ini adalah malam keberuntungan Dream. Mereka berhasil mendapatkan lebih dari satu piala. Mungkin setelah ini mereka akan mengadakan perayaan untuk kemenangan mereka.

Begitu para member kembali ke belakang panggung setelah acara selesai. Para staf -dari stylist hingga cordi Noona, serta para dancer, memberi selamat pada mereka.

"Selamat, deurimdeuul!" seru Staf Nuna.

"Ah, kamsahamnidaaa~" semuanya berterimakasih mendapat selamat dari mereka.

Jisung dengan senyum yang lebar, mengangkat piala di tangannya. "Aku sangat bahagia malam ini. Ini luar biasa." serunya.

"Tentu saja." Renjun memegang piala yang lain dengan raut sumringah.

Jia beridiri cukup jauh dari mereka. Kedua tangannya bertepuk tangan pelan dengan senyum kecil. Sisi dalam dirinya merasa tercubit, melihat mereka yang begitu bahagia mendapatkan kemenangan dari hasil kerja keras mereka selama bertahun-tahun,

POISON [COMPLETED] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang