"Jia-ya, kau harus tetap sadar!" Jeno berlari di lorong apartemen ——diikuti oleh Jisung dan Jaemin di belakangnya dengan raut sama paniknya. Kain tebal yang membalut tangannya telah di penuhi oleh darah, hampir saja darah itu menetes ke lantai.
"Naik mobilku saja!" Jaemin bergerak cepat membukakan pintu mobilnya.
Jeno tanpa protes langsung masuk ke dalam mobil di kursi belakang dan diikuti oleh Jisung di belakangnya. Wajah Jisung seketika memucat melihat lemahnya tubuh Jia di pangkuan Jeno dan banyaknya darah yang keluar dari tangannya
"Jia-ya, bertahanlah!" Jeno ketakutan saat memeluk tubuhnya yang melemah.
"Sepertinya aku akan terbang," pandangan Jia terasa sendikit menggelap, namun masih berusaha untuk tetap sadar.
"Aniya ... aniya ... Jia-ya!" Jeno menggeleng frustasi. "Maaf, maaf, maaf," berkali-kali dia merapalkan kata maaf dengan putus asa.
"Da——darahnya tidak mau berhenti——" Jisung semakin panik melihat darah Jia telah menetes di dalam mobil. Tanpa pikir panjang, ia melepas syal yang melingkar di lehernya. Tangannya gemetar saat membalutkan di tangan Jia agar darah itu tidak sampai menetes.
🥀🥀🥀
"Jisung Oppa," Jia menahan lemah tangan Jisung sebelum masuk ke dalam ruangan UGD.
"Apa? Ada apa?" Jisung sampai tidak sadar matanya sudah basah melihat tubuh lemah Jia yang berlumur darar di atas bangsal.
"Ja-ngan-katakan-apapun-pada—nya ..." setelah mengatakan itu, kesadaran Jia menghilang sepenuhnya.
"Ji——" Jisung tergagap linglung.
"Jia-ya ... " tubuh Jeno melemas melihat Jia sudah tak sadarkan diri. Jaemin dengan sigap menahan tubuh Jeno yang melemas.
"Maaf, mohon tunggu di luar dulu." kata perawat.
"Tolong, tolong selamatkan dia..." mohon Jeno.
"Kami akan berusaha,"
Begitu pintu Ruang tersebut tertutup rapat, Jeno bersandar di tembok dengan tubuh lemas. Kakinya yang tak bisa menahan beban tubuhnya, merosot hingga terduduk di lantai dengan kepala menunduk dalam. Menangis ketakutan di atas lututnya.
"Jia-ya, maaf, maaf, maaf aku sudah membuatmu terluka karena keegoisanku."
Demi Tuhan! Jeno takut bukan main menyaksikan sendiri bagaimana saat Jia mengiris tangannya di depan matanya sendiri. Kepalanya serasa mau pecah mengingat darah yang mengalir deras dari tangannya seperti pancuran air. Jeno sangat takut Jia akan menghilang dari dunia ini karenanya.
Seharusnya ia tetap wapada sejak pagi. Perubahan Jia terlalu aneh setelah berhari-hari tak ingin memandangnya. Namun dirinya terlalu terlena oleh godaan manisnya tanpa tahu akan begini akhirnya. Waktu manis yang mereka habiskan hari ini, tidak menyangka akan menjadi akhir berdarah untuknya.
Jia-ya, kenapa kau harus melakukan ini?
Kau sampai mempertaruhkan nyawamu hanya karena tidak ingin bersamaku.
"Jeno-ya! Apa yang terjadi?!" Jaemin yang sedari tadi hanya diam untuk memberi ruang sebentar pada Jeno, kini mempertanyakannya.
Sementara Jisung, dia terduduk lemas di kursi tunggu. Sama bingung dan paniknya dengan Jeno. Dia terus memandangi tangannya yang terdapat jejak darah milik Jia. Tangannya sampai bergetar saat memandangnya. Gadis yang pernah menertawakan dirinya yang takut dengan kecepatan motornya, kini tengah terbaring lemah dengan tubuh berlumur darah.
KAMU SEDANG MEMBACA
POISON [COMPLETED]
FanficAku terjebak di dalam hubungan yang gila. ___________________________ Warning ⚠️🔞 #Mature content 💚 #Romance #Drama #Idol #Toxic #ReverseHarem :") Start : 23 Mei 2024 End : 12 Jun 2025
![POISON [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/369412788-64-k147153.jpg)