Jia membeli es krim rasa matcha dan memakannya dalam perjalanan pulang, kemudian langkahnya berhenti ketika melihat seseorang berdiri tak jauh darinya.
Langkahnya lalu ia percepat saat menghampirinya. "Jeno Oppa? Kenapa kesini?"
Laki-laki itu tersenyum padanya. "Ingin mengobrol berdua denganmu."
"Bagaimana dengan Haechan? Dia tidak menahanmu?" Jia bertanya ragu.
"Dia sedang menerima telfon dari pacarnya."
Wajah Jia tampak meredup selama beberapa saat. "Ah, begitu." gumamnya, tersenyum.
Jeno melihat ada sesuatu yang aneh, tetapi ia belum yakin. Ia hanya perlu mengabaikannya untuk saat ini.
"Ikutlah bersamaku," Jeno mengambil tangan Jia dan membawanya ke suatu tempat.
Mereka berhenti di sebuah taman yang sepi karena malam sudah larut. Mereka lantas duduk di bangku bawah pohon.
"Aku masih tidak menyangka dengan situasi ini." Jeno bersuara ketika mereka baru saja duduk.
"Kau.. dan Haechan? Memiliki hubungan sedekat itu?"
Jia menyandarkan punggungnya di sandaran bangku sambil menikmati es krimnya. "Aku hanya tidak ingin orang-orang di perusahaan tahu aku memiliki hubungan semacam itu dengan salah satu idol mereka. Itu merepotkan."
Jeno mengangguk. "Baiklah, aku paham." ia terdiam sebentar. "Hanya saja... aku sedikit iri." ujarnya tersenyum.
Jia mengangkat alisnya. "Apa yang membuatmu iri?"
"Kalian sangat dekat."
Jia berdeham, mengosongkan udara dalam tenggorokannya. "Bukankah keluarga memang seperti itu?"
Diam selama beberapa saat, Jeno tersenyum kecil. "Benar, kalian keluarga. Aku jadi lega,"
Jia lalu menatap seseorang disampingnya. "Maksudmu?"
Jeno hanya tersenyum, lalu selanjutnya, ia membuat gadis itu melongo terkejut ketika menggigit es krim yang tengah dia makan.
"Aku juga suka matcha sekarang." Jeno malah berkomentar soal es krimnya.
Jia tersenyum kikuk dan lanjut memakan es krim nya. "Ah, jinjjayo?"
Jeno duduk bersandar dan merebahkan satu lengannya di atas bangku belakang punggung Jia. Pandangannya terus terarah pada gadis itu. Dia tampaknya jadi lebih menyukainya sejak mengenalnya.
"Ani~ aku suka yang sedang memakan es krim matcha sekarang."
Jia seketika berhenti menggigit es krimnya, balas menatap laki-laki disampingnya yang terus memandangnya. Tiba-tiba saja rasanya ada sesuatu yang mengganggu di tenggorokannya hingga terbatuk. Ia tidak tahu harus merespon seperti apa.
"Mau lagi?" saking bingungnya, Jia malah menawarkan es krimnya lagi.
Laki-laki disampingnya terkekeh dan menggigit lagi es krim yang gadis itu berikan.
"Manis."
Jia menautkan alisnya. "Bukankah pahit?"
"Entahlah. Rasanya jadi manis jika kau yang memberikannya."
Tawa kering Jia mengudara. Sadar laki-laki itu hanya menggodanya saja. "Dasar mulut laki-laki."
"Aku tidak berbohong."
Jia menggeleng dengan kekehan kecil. "Terserah."
Saat es krim nya baru saja habis, Jia tersadar bahwa ia sudah terlalu lama keluar. Haechan pasti akan memarahinya nanti.
KAMU SEDANG MEMBACA
POISON [COMPLETED]
FanfictionAku terjebak di dalam hubungan yang gila. ___________________________ Warning ⚠️🔞 #Mature content 💚 #Romance #Drama #Idol #Toxic #ReverseHarem :") Start : 23 Mei 2024 End : 12 Jun 2025
![POISON [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/369412788-64-k147153.jpg)