67 : Boneka Salju

339 30 15
                                        

Maap ya, updetnya lama. 😁

Selamat membaca adek-adekk kiyiwooookkk 😘😘😘

.

.

.

.

"Oh, begitu?"

Sialan. Jia sudah malu setengah mati, Haechan malah memasang wajah setenang air danau.

Jia memalingkan wajahnya dengan mata memejam malu. Rupanya Seungyeon sudah tahu sejak dia menginap di rumah Haechan. Dia menyaksikan secara diam-diam saat ia menemui Haechan setelah mengira Seungyeon telah tidur. Ternyata dia berpura-pura mabuk dan tertidur hanya untuk memastikan kecurigaannya.

Sesuai firasatnya yang jarang meleset. Seungyeon menemukan dua orang itu tengah melakukan obrolan tentang hubungan mereka dan berlanjut dengan skinship yang cukup intim. Itu sangat luar biasa mengejutkannya. Seungyeon tidak menyangka hubungan mereka sudah sejauh itu.

Masih sulit di percaya saja. Gadis yang telah menjadi adik perempuannya ini, berkencan dengan dua pria. Mereka telah tahu satu sama lain dan rela berbagi. Bukankah itu sangat gila?!

"Jia-ya, jadi siapa yang kau sukai? Kenapa kau memilih keduanya? Kau tahu itu tidak masuk akal, bukan?" Seungyeon mengomelinya.

Haechan duduk bersandar di sofa, memandang Jia yang duduk terdiam di ujung sofa sementara Seungyeon masih berdiri menginterogasinya. Adiknya itu memang cukup keras.

Jia menunduk. "Eonni, kau tahu sejak dulu aku sudah menyukai Haechan," jawabnya, tidak gamblang.

Haechan mengangkat satu alisnya menatap Seungyeon. "Kau tahu?"

"Kau diam saja." seungyeon mendelik pada kakaknya.

"Jika begitu, kenapa kau berpacaran dengan Jeno?"

Dengan ragu-ragu, Jia menjelaskan bagaimana awal hubungannya dengan Haechan disaat statusnya sama-sama memiliki pacar. Secara kasarnya, mereka sama-sama selingkuh. Pada awalnya Jia sudah bertekad ingin melupakan perasaanya pada Haechan, tapi malah dia mengejarnya saat ia tahu berpacaran dengan Jeno. Jia yang memang menyukainya, tentu saja tidak bisa menolaknya walaupun ia tahu hubungan itu bermula dari cara yang salah.

Lalu kenapa hubungannya dengan Jeno masih bertahan sampai sekarang, Jia belum bisa menjelaskannya.

Haechan menatap protes pada Jia. "Apa maksudmu tidak bisa menjelaskan tentang Jeno?"

Bugh!

Haechan terkejut mendapat pukulan keras dari adiknya menggunakan bantal.

"Ya! Kenapa kau memukulku?!"

"Bodoh!"

Seungyeon memukuli Haechan dengan bantal sekuat tenaga.

Bugh!

"Kau Bodoh! Bisa-bisanya baru peka setelah Jia berpacaran dengan temanmu! Dan kau mendesaknya untuk putus?!"

"Kau sudah menyesatkan Jia. Membawanya ke dalam hubungan Toxicmu! Kau sudah merusak hubungannya dengan memanfaatkan Jia yang menyukaimu!" Seungyeon misuh-misuh pada saudara kembar beda beberapa bulan dengannya itu.

"Jangan bicara sembarangan, ya. Walaupun aku terlambat menyadari perasaanku, tapi aku sangat mencintainya."

"Aigoo, saudaraku yang bodoh. Percuma saja punya otak pintar tapi tidak berguna." Seungyeon memijat dahinya, dramatis. "Salah siapa tidak peka dari dulu, setelah dia diambil orang lain, kau malah melakukan cara yang kotor untuk mendapatkannya!"

POISON [COMPLETED] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang