Aku terjebak di dalam hubungan yang gila.
___________________________
Warning ⚠️🔞
#Mature content 💚
#Romance
#Drama
#Idol
#Toxic
#ReverseHarem :")
Start : 23 Mei 2024
End : 12 Jun 2025
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Semangat buat semuanya.... 🌱🌱🌱
Selamat membacaaa.... 🙋♀️
Fyi, tanda 🖤 ini buat penanda part yg 🌚 biar klo suatu saat mau di edit atau di cut, jd gampang nyarinya 🙈😂
..
..
..
Jia melenguh dalam tidurnya. Tanganya lalu meraba-raba sisi ranjangnya yang kosong. Kedua matanya langsung terbuka lebar begitu menyadari Haechan tak ada disampingnya.
"Oppa." panggil Jia, pelan. Pandangannya lalu bergeser pada jendela kamarnya yang sudah gelap. Jam kecil di atas nakas juga telah menunjukkan pukul 7 malam.
Wah, ternyata ia telah tertidur cukup lama.
Jia lantas mengambil kaus oversize miliknya yang tergeletak di ujung ranjang. Ia hanya mengenakan celana pendek saja di dalamnya yang tenggelam oleh kaus besarnya.
Baru saja keluar dari kamar, Jia nyaris terlonjak ketika berpapasan dengan Haechan yang hanya mengenakan celana training selutut saja. Aroma sabun mandi menguar dari tubuhnya.
Oh, dia habis mandi.
"Oppa, apa demammu sudah turun?" Jia menempelkan punggung tangannya di dahi Haechan. "Masih agak hangat, kenapa mandi?"
Haechan tersenyum, meraih tangan Jia di dahinya. "Aku merasa gerah. Tenagaku juga sudah mulai pulih."
Chup. Haechan mencium pipinya.
"Gomawo, sudah merawatku."
Jia hanya tersenyum kecil saja. "Syukurlah." ujarnya. "Aku akan memesan makanan dulu."
"Eoh," Haechan mengangguk, mengikuti Jia yang duduk di sofa. Dia langsung menidurkan dirinya di paha Jia.
"Oppa, tadi siang manager Asha menelponmu." Jia mengatakan itu setelah memesan makanan.
Haechan membuka matanya. "Kau yang mengangkatnya?"
Jia mengangguk. "Aku mengaku managermu."
Kekehan Haechan meluncur. "Geurae~"
"Tapi dia masih memanggilmu terus. Lihat ini, ada 10 panggilan tak terjawab."
Haechan melihatnya dengan satu alis terangkat.
"Awas saja. Aku tidak akan mengijinkanmu pergi malam ini." ancam Jia.
"Baiklah." Haechan tersenyum memandang Jia.
"Jika kau pergi, aku benar-benar sangat marah padamu. Sudah cukup dia membuatku marah telah mengirimkan fotomu yang tertidur disana."