24 : Liburan Musim Panas

792 53 14
                                        

Maapkeun judulnya ganti. Bcz, makin ksini crtnya makin ga tepat ama judul 🤣 jd mungkin judul ini lebih tepat. Harusnya Toxic saja, tapi lebih suka Poison 🤣🤣🤣

..

..

..

..

"Asha, aku ingin bicara padamu." Haechan menatap gadis yang berdiri dihadapannya.

Mereka tengah berada di komplek apartemen milik Asha. Terdapat jalanan sepi disekitar gedung tersebut.

"A-apa?" wajah gadis itu tiba-tiba panik.

"Bukankah ... selama ini aku tidak pernah menjadi pacar yang baik untukmu?"

"Apa yang kau katakan?" Asha menelan ludah kaku.

"Kau mungkin sadar, kalau ... aku tidak bisa memberikan hatiku padamu."

"Haechan-ah, jangan katakan itu."

"Aku tidak ingin membohongimu lagi dan lebih menyakitimu."

"Hentikan Haechan-ah," Asha menggeleng. "Jangan katakan apapun. Aku tidak akan mendengar!"

"Aku akan bersiap untuk liburan bersama kalian. Tolong jangan merusaknya." tambahnya.

Haechan bahkan baru membuka mulutnya ketika Asha kembali memotongnya.

"Cukup sampai disini! Aku akan pergi!" Asha maju dan mencium bibir Haechan sekilas sebelum berlari meninggalkan Haechan sendirian di jalanan sepi itu.

Haechan terperangah kesal. Mengolok-olok dirinya yang begitu bodoh.

Sialan.

Frustasi, Haechan mengacak rambutnya kasar. Mengapa sangat sulit berbicara dengannya?! Dia selalu saja pergi setiap kali dirinya mengajak bicara serius. Mengakhirinya lewat chat itu sangat buruk. Sebisa mungkin, Haechan harus bisa berbicara secara langsung dengannya.

Haechan lalu teringat tentang liburan musim panas yang telah di rencanakan sejak lama.

Sejujurnya, ia tidak berniat membawa Asha pada liburan kali ini jika saja tidak mendengar dari Renjun.

Ini akan parah jika Asha dan Jia datang ke liburan secara bersamaan. Keduanya pasti akan perang dingin.

Oh, sial!

Haechan menendang batu kerikil di depannya. Marah pada diri sendiri yang tidak bisa tegas.

Haechan merasa liburan kali ini akan berat untuknya.

....

"Kenapa wajahmu?" Johnny menatap Haechan yang masuk ke kamarnya dengan wajah kusut.

"Aku stres." Haechan duduk di kursi gaming milik hyungnya itu. "Aku ingin main game saja."

Johnny yang tengah tiduran sambil bermain ponsel, tergelak. "Ya, sejak kapan kau bisa stres?"

Menggelikan sekali mendengar Haechan mengatakan itu. Biasanya dia yang akan membuat orang lain stres.

"Hyung, apa jatuh cinta bisa membuat orang bodoh?" gumamnya sembari membuka akun gamenya.

Johnny mengangkat satu alisnya. "Mworago? Apa kau baru jatuh cinta pada pacarmu?"

Haechan memainkan game dengan datar. "Aniyo,"

Diam selama beberapa saat, Haechan kembali bersuara.

"Hyung, bagaimana cara memutuskan pacar?" tanyanya tiba-tiba.

POISON [COMPLETED] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang