Maap kepencet 2 kali 🤣
Part ini lumayan panjang, ye.
Omong-omong kita sudah mulai menuju part .... (titik-titik) 🤣
Happy reading gaeeesss 😘
Maap typo dan segala macemnya yaa 😋
..
..
..
..
"Kau sudah memikirkan ini matang-matang?" Misoo tengah membantu Jia membereskan barang-barang di rumahnya. Padahal Jia baru saja keluar dari rumah sakit, tetapi dia langsung membereskan barang-barangnya.
"Aku banyak berfikir saat di kurung oleh Jeno."
Misoo meringis menatap temannya yang mengalami kisah percintaan yang sulit.
Ia sudah pernah bilang padanya, Jia tidak berbakat bermain pria. Dia terlalu memikirkan perasaan orang lain dengan dalih tidak tega. Tidak seperti dirinya yang menghindari sesuatu yang bernama komitmen. Ia bebas berhubungan dengan siapapun dengan catatan, tidak terbawa oleh perasaan. Itu sebabnya Misoo tidak suka berkencan karena itu merepotkan.
"Kau istirahat saja, biar aku yang menyelesaikan ini." ujar Misoo.
"Tidak, aku sudah banyak merepotkanmu." Jia memandang lama foto dalam bingkai. Foto tersebut saat dirinya baru saja lulus sekolah, Haechan memberikan buket lolipop padaanya.
"Ya! Kau mulai lagi!" Misoo berkacak pinggang. "Aku sudah bilang berapa kali padamu? Jangan pernah sekalipun merasa di repotkan olehku! Kau itu sudah kuanggap seperti saudariku sendiri!"
Jia terkekeh pelan seraya berbalik memeleluk temannya. "Aku beruntung bertemu teman sebaik dirimu."
Misoo menyungging sembari menepuk-nepuk lengan Jia."Tentu saja kau harus merasa beruntung."ucapnya jumawa. "Kita harus bersama sampai tua nanti, sampai kita memiliki anak cucu, pokoknya kita harus selalu bersama. Rumah kita juga harus sebelahan!" cerocosnya.
Jia tergelak saat melepas pelukannya dari Misoo. "Siap, bu komandan!"
"Ah, matda. Malam ini kau akan menemui Haechan?"
Jia mengangguk.
"Bagaimana kalau beberapa hari lagi saja? Kau masih lemah, jahitannya juga belum kering."
"Tidak apa, aku tidak ingin menundanya terlalu lama."
Misoo mengehela napas pendek, tidak lagi bisa melarangnya. "Baiklah, besok aku akan mengurus resign kita dan Juhan Oppa akan memesan tiket untuk kita. Dia juga sudah memerintah orang untuk membersihkan rumah yang akan kita tinggali."
Jia tersenyum kecil. "Gomawo,"
"Padahal aku juga memiliki rumah disana, tapi si menyebalkan itu bilang rumahku tidak bagus, memang dasar suka cari ribut!" sungut Misoo.
Jia tertawa kecil. "Aku tidak masalah tinggal dimanapun. Mau itu di apartemen kapsul, aku tidak masalah dengan itu."
"Big no!!! Kita harus tinggal di tempat yang nyaman, kalau perlu uang si Juhan itu kita kuras sekalian."
Jia menggeleng geli. "Kalian menikah saja lah kalau begitu."
"What?!" Misoo langsung menoleh padanya dengan kedua mata membulat. "Gila saja!"
"Kau sudah pernah tidur dengannya, kan?"
Misoo memutar bola matanya. "Kita melakukannya hanya untuk bersenang-senang saja."
KAMU SEDANG MEMBACA
POISON [COMPLETED]
FanficAku terjebak di dalam hubungan yang gila. ___________________________ Warning ⚠️🔞 #Mature content 💚 #Romance #Drama #Idol #Toxic #ReverseHarem :") Start : 23 Mei 2024 End : 12 Jun 2025
![POISON [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/369412788-64-k147153.jpg)