Hari selanjutnya....
"Haachiiiim!"
"Haachiiiim!"
Kedua orang itu reflek saling berpandangan setelah berkali-kali bersin bersamaan.
"Haachiim!" lagi, mereka bersin bersamaan.
"Ya, kalian terkena flu?" Mark menatap Haechan dan Jeno bergantian.
"Flu memang cepat menular. Jangan lupa minum vitamin dan obat." sahut Jaemin yang duduk di kursi paling ujung. Mereka saat ini tengah berada di ruang rapat.
Kedua orang itu kontan berpandangan dengan tatapan peperangan. Apa yang ada di otak mereka sama. Mereka memikirkan hal yang sama.
Mark yang masih memperhatikan keduanya, hanya menonton saja tingkah mereka yang tengah melancarkan aksi perang dingin. Sudah jelas ini berhubungan dengan satu gadis diantara mereka.
"Hyung, jangan mencium pacarmu dulu, nanti dia tertular." celetuk Chenle, dengan nada entengnya.
Tiga orang disana ——Renjun, Jisung dan Mark, langsung paham dengan apa yang terjadi. Tentu semua terhubung dengan satu gadis itu.
"Chenle-ya~ kau terlalu frontal." Renjun menatap Chenle dengan gelengan kepala.
Chenle tertawa. "Why? Kita sudah dewasa, tidak perlu malu soal itu. Ngaku saja. Kalian pasti juga sudah tidur dengan pacar kalian, kan?"
"Ya!" hyung-hyungnya kompak menegur Chenle. Yang di tegur malah tertawa keras.
"Aku bicara fakta." gelaknya.
"Aigoo, Chenle-ya~" Jisung memijat dahinya. Chenle yang berbicara, malah dirinya yang malu oleh mulut tanpa saringannya.
JiaJia
Jia-ya, apa kau terkena flu?
Eoh. Bagaimana Oppa tahu?
Kau sudah membuat dua
pacarmu terkena flu
Jinjjayo?!
Jisung hanya bisa tersenyum getir. Mereka berpacaran, tentu saja itu bukan sesuatu yang aneh. Hanya .... seharusnya ia tidak tahu ataupun mendengarnya. Perasaan yang tengah coba ia hilangkan, menjadi begitu sulit.
"Hoaaaaammmm, besok aku ingin tidur selama seharian penuh." Chenle menggeletakkan kepalanya di meja.
"Jisung-ah, datanglah ke rumahku besok."
Jisung meliriknya. "Buat apa? Kau kan mau tidur seharian."
"Ajak main Daegal."
"Ya——" Jisung menahan mulutnya agar tidak mengeluarkan kata mutiara pada temannya tercintanya ini.
....
"Oppa, kau baik-baik saja?" Jia langsung menyambut Haechan ketika pulang.
"Memangnya aku kenapa?" Haechan melepas sepatu dan jaketnya.
Jia mengambil alih jaket di tangan Haechan dan mencantolkan di stand hanger. Ia lalu mendekat dan meletakan punggung tangannya di dahi Haechan.
Tidak panas.
Haechan menangkap tangan di dahinya, kemudian tersenyum geli. "Aku tidak sakit."
KAMU SEDANG MEMBACA
POISON [COMPLETED]
FanfictionAku terjebak di dalam hubungan yang gila. ___________________________ Warning ⚠️🔞 #Mature content 💚 #Romance #Drama #Idol #Toxic #ReverseHarem :") Start : 23 Mei 2024 End : 12 Jun 2025
![POISON [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/369412788-64-k147153.jpg)