Jadwal beberapa hari ini cukup melelahkan. Jia melakukan rekaman acara music show sampai sore, lalu malamnya, masih melakukan latihan. Saking sibuknya sampai tidak bisa berkumpul dengan teman-temannya.
Memasuki rumahnya dengan wajah lelah, Jia melepas jaket dan melemparkan di tempat tidurnya, lalu menyambar handuk dari jemuran mininya.
Tubuhnya sangat gerah dan lengket, akan bagus jika berendam di air hangat untuk merilekskan tubuh.
Hah, lupakan. Tidak tidak ada bathup di rumahnya. Hanya Haechan yang memilikinya, biasanya ia akan datang ke rumahnya jika ingin berendam, tetapi sekarang ia sedang malas pergi kesana.
Selama beberapa hari ini, Haechan tidak datang ke rumahnya, mereka hanya bertemu di perusahaan saja. Dia sedang sibuk dengan jadwalnya.
Agar aktivitas mandinya tidak sepi, Jia memutar musik dari ponselnya untuk menemani mandi.
Lagu shower milik Becky. G terputar di ponselnya.
Jia mandi di bawah guyuran shower dengan iringan lagu tersebut. Tubuhnya menari bebas mengikuti irama musik itu di bawah guyuran air. Dengan mendengarkan musik, aktivitas mandinya menjadi lebih menyenangkan. Semangatnya kini berangsur kembali hanya karena hal itu.
Jia baru selesai mandi setelah menghabiskan lima lagu.
Ia keluar hanya mengenakan jubah mandi saja dan rambut basah yang terbungkus handuk. Kemudian mengambil hairdryer dari dalam kamarnya dan menyalakan benda tersebut di ruang tengah.
Marvin gaye, lagu yang kini terputar di ponselnya.
Lagi, Jia menari bebas saat mengeringkan rambutnya. Tubuhnya bergerak mengikuti beat lagu yang sangat menyenangkan. Karena ia tengah sendirian di rumah, Jia bebas melakukan gerakan segila mungkin. Gerakan yang mampu membuat makhluk lawan jenis tumbang karenanya.
Jia menari sambil menyanyikan lagu tersebut.
"But I love to be in trouble with you!"
"Let's Marvin Gaye and get it on,
you got the healing that I want...
Just like they say it in the song
Until the dawn, let's Marvin Gaye and get it on..."
Saat tubuhnya berbalik, ia di kejutkan oleh seseorang yang duduk di sofa, tengah merekamnya dengan senyum jahil.
Jia yang sangat terkejut dengan kedatangannya yang tiba-tiba, tidak bisa menahan keseimbangannya hingga tubuhnya terjun bebas.
Gedubrak!
"Akkhh!" Jia meringis kesakitan, menyentuh pergelangan kakinya yang keselo.
Bukannya langsung menolong, Haechan malah menertawakannya.
"Aigoo," tawa lepasnya sangat khas.
Jia mendelik. "Kenapa datang diam saja?!" serunya, kesal.
Haechan baru membantunya berdiri setelah menertawakannya.
"Aku tidak ingin mengganggu kegiatanmu." ujarnya, dengan wajah tanpa dosa.
Jia sadar dirinya sempat di rekam tadi.
"Mana ponselnya!" Jia menyadongkan tangannya di depan Haechan.
"Apa maksudmu?" katanya, pura-pura tidak mengerti. Haechan lantas kembali duduk di sofa.
"Kau tadi merekamku." Jia mengikutinya, lalu menyambar bantal sofa untuk dijadikan senjata ancaman untuk laki-laki itu. "Berikan padaku, cepat!"
KAMU SEDANG MEMBACA
POISON [COMPLETED]
FanfictionAku terjebak di dalam hubungan yang gila. ___________________________ Warning ⚠️🔞 #Mature content 💚 #Romance #Drama #Idol #Toxic #ReverseHarem :") Start : 23 Mei 2024 End : 12 Jun 2025
![POISON [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/369412788-64-k402959.jpg)