Haaaiiii, met akhir pekaaan🌚🤭
Niatnya mau updet tp mlm, eh mlah ktiduran 🤣
..
..
..
..
"Oppa, cukup sekali saja." Jia turun dari tubuh Jeno.
Awalnya Jia menolak karena Jeno belum sehat sepenuhnya, tetapi pria itu tidak peduli. Dia terlanjur kesal mengetahui Jia dan Haechan pergi bersama. Jeno butuh penghiburan darinya.
"Aku tidak puas hanya sekali." Jeno berganti menindih Jia.
"Oppa, bagaimana jika Renjun Oppa dan Jisung Oppa pulang?"
"Renjun mungkin tidak pulang. Dia baru saja membeli rumah." Jeno mengelus lembut perut rata Jia.
Jia mengangkat dua alisnya. "Oh? Renjun Oppa mau tinggal sendiri?"
"Tidak hanya Renjun, aku dan Jisung rencananya akan tinggal sendiri juga."
"Jinjjayo?" Jia menatapnya dengan kedua mata melebar ketika pria itu menyingkap kausnya dan melahap dadanya.
"Heum ..." balasnya dengan gumaman tidak jelas. Mulutnya tengah sibuk dengan benda padat bertekstur fluffy itu.
"Akh~" reflek saja Jia mengerang merasakan hisapan yang kuat. Reaksinya tentu membuat pria itu menyeringai senang.
Jia menggigit punggung jari telunjuknya, menatap pria yang tengah bermain-main di dadanya. "Apa—— dorm ini akan kosong?" tanya Jia dengan nafas sedikit terputus.
"Tidak. Kita akan menginap disini jika jadwal padat." Jeno bangun sejanak untuk meloloskan kaus Jia dan kaus miliknya. Membuang benda-benda itu ke sembarang arah.
"Nunaku juga akan pindah. Aku bisa menempati apartemenku dengan bebas." ujarnya.
"Oh, begi——akhhh~" suaranya sontak terputus oleh sesuatu yang masuk secara tiba-tiba.
Jeno menyeringai miring saat bergerak tertatur di dalam tubuh Jia. Sembari memandang pemandangan indah tubuh yang tergeletak lemah di bawahnya. Jeno selalu kagum dengan tubuhnya yang terbentuk indah. Tidak bisa hal itu di definisikan dengan kata-kata, hanya saja itu definisi yang sempurna di matanya. Terlebih saat dirinya tenggelam di dalamnya, itu adalah kenikmatan dunia yang tak tertandingi. Gadis ini mampu membuatnya melayang tinggi tanpa harus meminum alkohol.
"Aku ingin kau sering datang ke apartemenku." Jeno berbisik di telinganya.
"Haaahhh~" kedua tangan Jia terulur, melingkar di tengkuk Jeno hingga bibir mereka kembali bersambut dengan panas. Tubuhnya sudah tidak fokus lagi di ajak berkomunikasi. Jia tidak begitu mendengar apa Jeno katakan tadi. Pria itu sudah mendominasi seluruh tubuhnya membuat isi kepalanya kosong melompong.
....
Jia memandang Jeno yang sudah tertidur di sampingnya. Ini gila. Mereka melakukannya sampai beberapa kali. Entah Jia harus merasa kasihan atau lega. Tubuh Jeno yang sedang tidak begitu fit, membuatnya cepat lelah dan berakhir tertidur. Jia bisa mempersingkat waktunya dan pulang lebih awal.
Jia duduk bersandar di ranjang. Matanya melirik jam dinding di kamar itu. Wah, ini sudah hampir jam 11 malam. Jia harus segera pulang sebelum Haechan pulang.
Jia kemudian turun dari ranjang, mengambil jubah mandi di dalam lemari Jeno. Sebelum keluar membersihkan dirinya, Jia memunguti pakaian miliknya dan Jeno di lantai, serta sampah-sampah bekas mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
POISON [COMPLETED]
FanfictionAku terjebak di dalam hubungan yang gila. ___________________________ Warning ⚠️🔞 #Mature content 💚 #Romance #Drama #Idol #Toxic #ReverseHarem :") Start : 23 Mei 2024 End : 12 Jun 2025
![POISON [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/369412788-64-k402959.jpg)