Hai, hello annyeong yeorobuuun... Maap lamaaa updetnya 🤭
Happy reading gaes...... 😘
.
.
.
.
"Kau bertemu dengan Seungyeon?"
Jia mengangguk.
"Jadi?" pertanyaan Misoo menggantung, tetapi memiliki maksud.
Jia menghela nafas pelan, paham dengan maksud Misoo. "Dia sudah tahu," desahnya. "Aku sungguh tidak bisa berbohong di depannya. Dia mirip agen FBI, sangat pintar menggali informasi." imbuhnya.
Seungyeon memang sempat kecewa pada Jia saat tiba-tiba menghilang, namun setelah mendengar penjelasannya, Seungyeon bisa memahaminya. Meskipun ia masih mengingat jelas bagaimana tersiksanya Haechan saat ditinggalkan oleh Jia, Seungyeon yakin Jia jauh lebih menderita. Mengandung dua bayi itu tidak mudah, apalagi kasus tersebut mirip dengan orang tuanya, dimana dia harus merasakan sakit dua kali dengan selang waktu yang tidak terlalu lama. Belum lagi tekanan mental yang di alaminya, pasti berat meninggalkan paksa orang yang dicintainya.
"Apa dia akan memberitahu Haechan?" tanya Misoo.
Jia menggeleng. "Tidak. Aku memohon padanya agar tidak mengatakan apapun pada Haechan. Aku butuh waktu sebelum muncul di hadapannya." katanya. "Aku siap jika dia akan membenciku."
Sejak malam pertemuan tak sengaja dengan Seungyeon, dia sering berkunjung ke rumah Jia untuk bermain dengan keponakannya. Haera yang memang pada dasarnya memiliki jiwa ekstrovert sangat mudah dekat dengan bibinya, berbeda dengan Jaeha yang lebih pendiam. Jaeha agak buruk berkomunikasi dengan orang baru, tetapi dia tidak membenci Seungyeon. Hanya butuh waktu saja untuk bisa dekat dengannya.
.
"Anak-anak pada dimana?" Misoo baru saja pulang dari rumah orangtuanya. Keluarganya memintanya bekerja di perusahaan milik kakeknya, tetapi Misoo menolaknya dan memilih membuka studio foto baru di Korea --sesuai dengan hobinya.
Jia memberikan jus buah di tangannya pada Misoo. "Pergi ke timezone dengan Seungyeon."
"Eoh-- Jaeha?" Misoo sedikit terkejut Jaeha ikut pergi, sebab anak itu jika belum dekat, dia akan sulit dibawa pergi.
Jia tersenyum geli. "Bukankah Seungyeon sangat hebat? Dia bisa mendekati Jaeha."
"Waw, sebuah pencapaian yang bagus." Misoo terkekeh.
Mereka sedang berbincang ringan di dapur, tiba-tiba saja Juhan muncul. Akhir-akhir ini dia tengah sibuk menghadiri perjodohan orang tuanya, tetapi tidak ada satupun yang pria itu terima, padahal orang tuanya sudah ketar-ketir putranya belum memiliki kekasih. Mereka malah berharap menikahkan dengan Jia saja yang telah hidup bersamanya selama bertahun-tahun. Hal itu jelas ditolak olehnya karena Jia hanya seorang adik baginya.
"Baby, aku lelah. Dimana anak-anak?" Juhan langsung memeluk Jia manja begitu muncul.
Jia hanya berdiri santai, tidak heran dengan kebiasaan pria itu yang suka memeluk seenaknya. "Pergi dengan Seungyeon Eonni."
"Mwo? Perempuan itu lagi?" padahal kenal belum lama, tetapi dua orang itu menolak akrab demi berebut anak-anaknya.
Tuk!
Misoo melempar kacang polong yang tengah dimakan. Tepat sekali mengenai kepala Juhan membuat pria itu menoleh dengan seruan kesal.
"Ya! "
"Bagaimana perjodohanmu?" tanya Misoo, tetapi nadanya mengandung ledekan.
"Kau lebih baik diam saja kalau tidak bisa membantu," Juhan menoleh pada Jia lagi dengan senyum jahil. "Kau saja yang menikah denganku bagaimana?" katanya, menarik-turunkan alisnya menggoda.
KAMU SEDANG MEMBACA
POISON [COMPLETED]
FanfictionAku terjebak di dalam hubungan yang gila. ___________________________ Warning ⚠️🔞 #Mature content 💚 #Romance #Drama #Idol #Toxic #ReverseHarem :") Start : 23 Mei 2024 End : 12 Jun 2025
![POISON [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/369412788-64-k147153.jpg)