Ini hanya sekedar untuk warning ya, cerita ini tuh toxic bgt, jd klo ga suka bisa skip ajaa 😂
..
..
..
..
Jia duduk terdiam di sofa dalam kamarnya. Tampak tidak bertenanga.
Jeno dan Haechan sudah mengirimi pesan sejak tadi agar dirinya cepat keluar. Mereka bahkan ingin menjemputnya, tapi jika menolak dengan keras dan mengatakan akan keluar dengan segera. Tapi nyatanya, sudah hampir sejam sejak mereka mengirimi pesan, Jia tak kunjung keluar.
Malam ini mereka akan menonton film bersama. Mereka sudah menyewa orang untuk membuat bioskop outdoor dan mendekor halaman itu dengan sedemikian rupa.
Jia tentu ingin menontonnya. Masalahnya, ia sangat canggung bertemu dengan Doyoung. Ia masih malu mengingat kejadian siang tadi.
"Omo, mau ditaruh dimana mukaku?!" Jia menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Jia-ya, ayo keluar."
Jia terkejut dengan kedatangan Misoo.
"Aku--tiba-tiba pusing. Mau di kamar saja." Jia berakting memegangi kepalanya. Pura-pura sakit.
"Kau pikir aku akan percaya, ha?!" Misoo tidak akan semudah itu untuk percaya. Akting Jia sangat buruk.
Jia menyengir. "Aku malu bertemu Doyoung Oppa."
"Cuek saja, sih. Biar Haechan yang atasi."
"Tapi tetap saja. Aku kan bukan tembok." Jia mendengus.
Misoo menggeleng saja. Tidak peduli dengan alasan temannya.
"Hey, ini malam terakhir liburan kita, loh. Kita harus menonton film bersama. Ayolah!" Misoo menariknya paksa.
"Soo-Soo-ya! Aku tidak mau!"
"Diamlah dan ikuti aku!" Misoo mendelik pada temannya --tidak menerima penolakan.
Jia menyeret langkah kakinya dengan berat begitu keluar dari kamar. Keduanya jalan berdampingan, Misoo sama sekali tak melepaskan Jia darinya agar tidak kabur.
Dugh!
"Awsh--" Jia terkejut ketika sesuatu menabrak bahunya dengan keras sampai membuat badannya terhuyung ke depan.
Pelakunya sama sekali tidak membuat dua gadis itu terkejut.
"Makannya jangan menuhin jalan!" semburnya dan terus melanjutkan langkahnya dengan tampang tanpa merasa bersalah.
Jia dan Misoo terperangah kesal menatap punggung sialan itu.
"Wah, dia ngajak ribut!" Jia bergumam kesal.
"Matanya minta di colok tidak bisa lihat jalan lebar." sambung Misoo. Ia kemudian mengangguk singkat dan menggulung lengan atas bajunya. "Geurae! Aku juga akan mengibarkan bendera perang." Misoo berjalan mendahului Jia dengan langkah mantap.
Tap. Tap. Tap.
Duagh!
Bruk!
"Argh!" Asha jatuh terjungkal ke tanah dengan posisi berlutut.
"Omo, gimana ini? Maaf Eonni, aku tersandung." Misoo memasang wajah penuh rasa bersalah. Sangat mendalami aktingnya.
Dengan segala kemanusiaannya, Misoo mengulurkan tangan pada Asha --berniat membantunya, tapi di tepis olehnya.
Ups. Misoo memberinya senyum tanpa dosa.
Asha bangun dengan ringisan. Lutut dan tangannya sampai lecet karena berbenturan dengan tanah.
KAMU SEDANG MEMBACA
POISON [COMPLETED]
FanfictionAku terjebak di dalam hubungan yang gila. ___________________________ Warning ⚠️🔞 #Mature content 💚 #Romance #Drama #Idol #Toxic #ReverseHarem :") Start : 23 Mei 2024 End : 12 Jun 2025
![POISON [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/369412788-64-k147153.jpg)