Makan malam berlanjut dengan hangat. Masakan bibi benar-benar sangat enak. Jia sampai makan cukup banyak malam ini.
Rupanya, Bibi Cha adalah mantan Bibi asrama Dream. Beliau sekarang memiliki bisnis kamar sewa di dekat pantai. Jadi beliau selalu menyediakan pakaian baru dan peralatan mandi layaknya hotel.
Saking baiknya, beliau selalu memasakkan para penyewa. Bibi Cha sangat bahagia jika masakannya di nikmati oleh banyak orang.
"Kapan-kapan, kalian semua datanglah kesini. Bibi juga rindu anak-anak yang lainnya." Bibi Cha tersenyum hangat.
Wajar saja. Bibi Cha tidak memiliki anak, maka sebabnya beliau sangat suka terhadap anak-anak, seperti anak-anak NCT yang sangat menghargainya.
"Nak Jia juga ikut jika anak-anak dream berlibur disini."
Uhuk.
Jia reflek terbatuk. Belum sempat tangannya terangkat untuk meraih minum, Jeno lebih dulu menyodorkannya.
Jia menerimanya dengan senyum gugup.
"Ah, maaf bibi. Aku tidak sopan." ucapnya setelah tenggorokannya lega.
"Gwenchanayo~" bibi Cha tersenyum geli.
"Kalian benar-benar serasi. Cantik dan tampan, kalian juga sama-sama sopan." puji bibi Cha.
Jia hanya bisa tertawa hambar.
"Terimakasih bibi, aku memang sangat menyukainya." Jeno yang menjawab. Dia terus memandang Jia yang tengah berusaha melarikan pandangannya kemana pun.
Bibi itu terkekeh senang. "Baiklah, sekarang kalian boleh istirahat. Bibi akan membereskan ini."
Jia segera berdiri. "Bibi, biar aku bantu."
"Aniyo~ kau itu tamu, tidak seharusnya melakukan ini."
"Gwenchanayo, bibi. Meskipun aku tidak bisa memasak, aku cukup baik dalam hal bersih-bersih."
"Kau sangat jujur, nak." bibi itu tersenyum geli.
Akhirnya bibi itu membolehkan Jia memnantu membersihkan sisa makanan mereka. Ternyata mereka berada di salah satu ruang utama yang di sewakan. Bibi itu kini telah kembali ke kamarnya yang berada di tempat lain.
Jia berdiri mematung.
Jadi, malam ini ia akan bersama Jeno? Disini ada dua kamar, kan?
Jia memeriksa ruangan itu yang ternyata hanya terdapat satu kamar.
"Kau sedang apa?" Jeno yang tengah menonton televisi, menatapnya heran.
"Oppa, apa hanya ada satu kamar?"
"Eoh," jawab Jeno santai.
"Lalu, kau akan tidur dimana?"
Jeno menenggak bir kalengan. "Dimana lagi selain di kamar?"
"Lalu, aku?"
Jeno tergelak geli. "Tidak usah berlagak sok polos. Kita pernah menghabiskan malam bersama yang cukup panas."
Jia reflek menutup telinganya. "Aku tidak dengar."
Tingkahnya membuat lelaki itu tertawa. "Iya, kau tidak dengar." ucapnya, mengikuti alur yang Jia buat.
Jia berdiri di hadapan lelaki itu. Sebisa mungkin, mereka tidak boleh tidur seranjang. "Oppa, aku bisa tidur di sofa. Atau aku akan meminta satu kamar lagi pada bibi."
Jeno duduk bersandar di sandaran sofa --menjauhkan bir dari mulutnya, dia mendengak menatap gadis itu. Pandangannya telah berubah datar.
"Kau serius?"
KAMU SEDANG MEMBACA
POISON [COMPLETED]
FanfictionAku terjebak di dalam hubungan yang gila. ___________________________ Warning ⚠️🔞 #Mature content 💚 #Romance #Drama #Idol #Toxic #ReverseHarem :") Start : 23 Mei 2024 End : 12 Jun 2025
![POISON [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/369412788-64-k402959.jpg)