Part 22

172 17 3
                                    

"Kau mau apa lagi kesini?" Tanya Robert yang kesal melihat Kenan yang duduk di hadapannya. Kenan hanya terkekeh melihat pria itu yang nyaman berada di tempat seperti ini.

"Kau harusnya berterimakasih Robert karena hanya aku yang peduli kepada mu di sini. Aku yang selalu menyempatkan waktuku untuk menjenguk mu di tempat seperti ini. Sedangkan keluarga mu bahkan kekasih mu tidak pernah menjenguk mu" Sindir Kenan tersenyum kemudian menatap datar ke arah Robert.

"Aku tau kau datang kesini pasti ada maksud lain"

"Akhirnya kau bisa mengerti aku Robert. Aku mempunyai kabar terbaru dari kekasih mu yang membuat mu terkejut"

"Apa maksud mu?" Tanya Robert menaikan alisnya sebelah.

Kenan tidak mempunyai banyak waktu dirinya lalu meregoh handphonenya dari saku bajunya. Kemudian dirinya memperlihatkan video itu kepada Robert. Pria itu terkejut karena Rachel saat ini sedang berada di rumah sakit jiwa.

"Yeehh kita punya temen baru"ungkap wanita yang memakai pakaian pasien.

Rachel melihat ketiga wanita itu yang begitu sangat senang dengan kedatangan. Sedangkan Rachel tidak terima jika dirinya harus berada di tempat bersama dengan wanita tidak waras itu. " Saya ini tidak gila, saya normal. Jadi tolong lepaskan saya dan biarkan saya pergi"pinta Rachel dengan wajah begitu sangat melasnya. Jika dirinya berada di sini Rachel akan menjadi gila seperti mereka. Tetapi mereka tidak memperdulikannya kedua wanita itu langsung mengunci telaris pintu itu.

"Tolong lepaskan aku dari sini, aku tidak gila!" Jerit Rachel tidak dihiraukan. Ketiga wanita itu yang melihat Rachel menangis langsung mendekati mereka.

"Hai, perkenalkan aku Anna" Ucap wanita itu memengang boneka berbie.

"Aku Stella"timpal wanita di sebelahnya yang menggendong boneka tedy bear.

"Aku jasmine" Tambah wanita berambut pendek seraya menggendong boneka doraemon.

Rachel menatap takut mereka bertiga yang duduk di sebelahnya dengan wajah senangnya. "Menjauh dariku" Usir Rachel mundur.

"Tidak mau kita akan menjadi teman mu sekarang" Tolak wanita itu mendekati Rachel yang ketakutan.

"Aku tidak mau menjadi teman mu"

"Kenapa kau tidak mau menjadi teman kita, kita ini baik tidak jahat. Iya kan Stella, Anna" Kata Jasmine tersenyum kemudian mendekati Rachel.

"Aku bilang menjauh dariku wanita tidak waras" Peringat Rachel langsung berdiri dan menjaga jarak dengan mereka bertiga. Tetapi mereka bertiga tidak mau mendengarkannya mereka malah mendekati Rachel dan memeluknya sampai sulit bernafas.

"Mulai sekarang kita adalah teman!" Kata Anna dibalas anggukan mereka bertiga.

Kenan merebut kembali ponselnya melihat pria itu yang terlihat khawatir dengan Rachel. Kenan heran kenapa pria itu begitu sangat khwatir dengan Rachel. Padahal wanita itu tidak pernah memperdulikannya sejak masuk ke dalam penjara. "Kenan kau sudah gila, kau memasukkan Rachel ke dalam rumah sakit jiwa"

"Aku harus apa dia itu selalu mengganggu hidup ku. Dia itu butuh perawatan yang khusus agar diberikan obat penenang. Makanya aku memasukkan dia ke dalam rumah sakit itu agar dia bisa sembuh" Jelas Kenan dengan tenang tanpa ada kekhawatiran dengan keadaan wanita itu di sana.

"Kenan dia itu sedang hamil.... Dan dia dulu adalah wanita yang kau cintai. Lalu kenapa kau sampai tega melakukan hal seperti ini kepada Rachel?" Tanya Robert yang tidak mengerti dengan jalan pikiran Kenan. Dirinya heran kenapa Kenan begitu sangat cepet melupakan hubungan mereka.

After Merried (End) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang