BAB 1 || Pesan Makanan

1.3K 71 5
                                        

Jangan lupa vote dan komen yaa✨❤️

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jangan lupa vote dan komen yaa✨❤️

~~~

Saka turun dari motornya dan berjalan keluar parkiran, menyusuri gedung-gedung kampusnya dengan santai sesekali bersiul.

Berangkat, belajar, terus pulang, buat lagu, bantuin mama di toko, pulang sama mama, ketemu Bang Bian, gelud. Hm, indahnya kehidupan normal. Gumam Saka dalam hati.

Laki-laki ini memilih jurusan yang sekiranya tidak terlalu membebankan pikirannya, pasalnya, ia tidak teramat suka dengan buku, ia lebih memilih mendapat tugas membuat lagu daripada membuat laporan yang membuatnya ingin muntah. Secara kasar, Saka tidak niat kuliah, tapi kegiatannya saat ini tidak membebaninya karena selain membuat lagu dan membantu mamanya, dia tidak ada kerjaan, jadinya dia mengikuti jejak saudaranya. Raka hari ini punya kelas pagi, jadi dia berangkat sebelum Saka, sedangkan Bian akan berangkat siang.

Saka terus berjalan menuju fakultasnya, tetapi kali ini langkahnya tak sesantai tadi, ia merasa diikuti seseorang dari belakang.

Tak sampai sedetik Saka memikirkannya, tepuka keras mengenai kedua bahunya. "DOR!"

Wajah tak bersalahnya kini merengut melihat reaksi Saka. "Ck, lupa kalo lo orangnya gak kagetan."

Laki-laki itu kemudian berjalan di samping Saka. Saka hanya memutar bola mata malas. "Lagian, lo kayak gak ada kerjaan aja ngagetin gue."

Alby—teman tongkrongannya dengan Bian dan Raka yang sudah mengagetkannya itu hanya menyengir. "Nongkrong yuk, nanti siang."

"Nggak, gue mau ketemu mama gue."

"Kayak yang mau kemana aja mama lo, Sak. Bentaran doang, gue kangen banget sama lo nih," ucapnya sambil merangkul Saka yang sedikit lebih tinggi darinya. Baiklah, sepertinya kali ini hidup Saka tidak normal karena kehadiran makhluk satu ini.

"Ajak Jarrel kek, Raka kek, gue sibuk."

"Oh yaudah, gue ikut lo ke toko tante Zeyna aja kalo gitu."

Skakmat. Itu jurus andalan Alby untuknya.

Saka hanya menghela napas. “Kita nongkrong."

Mendengar itu Alby tergelak. "Hahaha, giliran gue mau ketemu tante Zeyna aja gak lo bolehin."

"Ya gak mau lah, lo caper banget soalnya. Terakhir kali, pas gue sama Raka ulang tahun kemarin lo bikin mama gue muntah-muntah gara-gara lo yang nempel mulu," jelas Saka.

Awalnya, di hari itu Zeyna hanya mengeluarkan keringat dingin saat Alby terus-terusan menggodanya. Namun setelah acara selesai, ia malah muntah di kamar mandi. Saka kira ia akan memiliki adik lagi, tapi setelah itu mamanya menyela ucapan Saka. “Enak aja adik baru lagi, ngurusin kalian sampe sekarang aja mama udah bersyukur banget masih dikasih kewarasan. Mama tuh kayaknya alergi."

ALGARENDRAS [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang