BAB 2 || Lari Pagi

737 66 8
                                        

Jangan lupa vote dan komen yaa✨

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jangan lupa vote dan komen yaa✨

~~~

Ini hari minggu, dan seperti biasa, keluarga Algarendra akan—dipaksa— melakukan jogging bersama di pagi hari. Pelakunya tak lain tak bukan adalah Raka, ia akan bangun subuh-subuh dan mulai membangunkan saudara-saudaranya untuk berlari mengelilingi komplek. Dan orang yang akan paling malas bangun adalah Gerry, ia merasa lebih baik tidur seharian daripada jogging dipagi hari meskipun jika itu hanya 1 jam. Namun, Gerry tahu, Raka tidak akan melakukannya hanya sampai 1 jam.

"KAK GERRY, CEPETAN! UDAH DITUNGGUIN TUH SAMA RAKA!"

Teriakan melengking Saka dari arah pintu kamarnya membuat mata Gerry yang terpejam mengerjap perlahan. "Hmm."

"Ayo cepetaaann, udah ditungguin dari tadi sama yang lain," bujuk Saka mulai menggoyangkan tubuh Gerry yang masih tetap bergeming.

"Hmm, iya iya," jawabnya karena Saka tak kunjung berhenti menggoncang lengannya.

"IYA IYA, SARUNGNYA TUH MAU COPOT! ATAU GUE TARIK SEKALIAN TUH SARUNG?!"

Gerry tetap tak bergeming, Saka dengan sengaja menarik sarung yang baru saja ia gunakan untuk beribadah sholat. Saka juga menarik boxer kotak-kotak milik Gerry membuatnya mendelik.

"Aishh! Gue getok juga pala lo!" Umpatnya pada Saka yang sudah berlari sambil tertawa puas.

"CEPETAN! ATAU PAPA BENTAR LAGI YANG BANGUNIN!"

Seketika Gerry terbangun, shit, ia lupa kalau papanya pasti ada di rumah dihari minggu.

Jika ia tidak segera bangun, ia yakin papanya akan menghukumnya untuk bersih-bersih seisi rumah, dan menuruti perintah orangtua dan kakak-adiknya. Kalau hanya bersih-bersih, ia akan sangat sanggup, tapi untuk yang kedua Gerry sangat tidak yakin. Pasalnya, perintah orang-orang di rumah Gerry tidak ada yang beres. Kadang disuruh potong tali jemuran tetangga yang ada cucian basah, disuruh bantuin Mang Beni jualan bakso tapi sambil menggoda pelanggan, ia juga diminta untuk menggoda anak tetangga yang masih berumur 8 tahun. Oh tidak, Gerry yakin kalau ia sudah di cap pedofil oleh anak tersebut. Ia memastikan kalau hal itu akan menjadi hukuman pertama dan terakhir yang ia dapat karena tidak ikut jogging.

Tanpa berlama-lama, Gerry segera berlari menuju kamar mandi guna mencuci mukanya agar tidak mengantuk saat berlari.

"PEMANASAN DULU, AYO!" Suara interupsi dari halaman rumah terdengar, dan sekali lagi pelakunya adalah Raka. Ia akan memandu kakak-adiknya, sekaligus papanya untuk melakukan peregangan.

ALGARENDRAS [SELESAI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang