JANGAN LUPA UNTUK FOLLOW DAN VOTE SEBELUM MEMBACA
Bercerita tentang keluarga Reigan Algarendra dan Zeyna dengan kelima anak mereka yang selalu membuat keduanya mengelus dada.
Butuh beribu-ribu kesabaran bagi mereka mendidik anak yang sudah dewasa n...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jangan lupa vote sebelum dive in✨ Aku akan update setiap rabu dan sabtu, ditunggu yaww (Kataku kalian kudu siapkan mental baca chapter ini👀)
~~~
Gerry mengamati vial kecil berisi cairan bening yang ia temukan secara tak sengaja di lemari Saka. Tidak ada label resmi, hanya kode angka samar yang tertulis di badan botol-tidak seperti obat-obatan biasa yang biasa ia tangani.
Awalnya ia kira itu hanya suplemen. Tapi instingnya sebagai seorang lulusan farmasi dan apoteker tak bisa diam. Cairan ini bukan sesuatu yang bisa dibeli sembarangan. Dan lebih dari itu, kenapa harus disembunyikan?
Hari itu, tanpa sepengetahuan siapa pun, ia membawa vial itu ke laboratorium tempat ia tergabung sebagai tim preklinis. Ia memang masih tahap awal dalam proyek ini, tapi aksesnya cukup untuk menjalankan uji awal terhadap komposisi zat dalam cairan tersebut. Tak ada nama, tak ada indikasi fungsi. Tapi ada sesuatu dalam dirinya yang mengusik.
Satu jam pertama di laboratorium dihabiskannya bersama tim dengan memisahkan senyawa-senyawa aktif di dalamnya. Beberapa zat ia kenali, sisanya belum. Tapi ada satu temuan yang membuatnya terdiam lama, senyawa dengan efek kerja langsung terhadap fungsi ekskresi dan filtrasi, mirip dengan obat percobaan untuk pasien dengan gangguan ginjal.
Dia mengingat kembali ekspresi Saka belakangan ini, bahkan hampir melewati satu tahun dari kecelakaan orangtuanya, keadaan Saka bisa dibilang tidak pernah baik. Letih yang tidak biasa, senyum yang sering dipaksakan. Tapi yang paling menghantui, adalah fakta bahwa Saka tidak pernah menyebut soal penyakit apapun.
Namun, sekuat apapun dugaan itu, Gerry tahu dirinya belum bisa menyimpulkan. Ia hanya bagian dari tim preklinis, tugasnya menganalisis awal, bukan menentukan hasil akhir.
Untuk benar-benar memastikan apa fungsi dan efek dari cairan itu, uji lanjutan di tahap klinis perlu dilakukan, di bawah pengawasan ahli farmasi klinis dan tim medis penuh. Prosesnya juga tidak akan sebentar, membutuhkan waktu berhari-hari. Gerry memang seorang lulusan kesehatan, tapi untuk meneliti lebih jauh, ia belum mempunyai pengalaman yang cukup.
"Belum," bisiknya pelan, hampir tak dapat didengar, ia menatap layar. "Gue perlu menunggu keputusan akhir... tapi kalau ini benar, dan Saka pakai ini tanpa pengawasan..."
Pikirannya makin kalut. Tenggorokannya mendadak kering, tubuhnya menegang. Jika dugaan ini benar-jika Saka diam-diam sedang mengonsumsi obat eksperimental-maka ada dua kemungkinan.
Saka tahu, dan menyembunyikan semuanya. Atau lebih buruk, Saka tidak tahu apa yang sebenarnya ia telan.
Namun baginya, yang terburuk adalah kemungkinan awal.
. . . . .
Siang ini udara terasa dingin dengan cuaca cerah. Cuaca memang sedang teriknya, tapi berbeda di dalam kediaman Algarendra yang dingin, canggung. Ini adalah hari minggu ketiga sejak kepulangan Saka dari rumah sakit, segala kegiatan luar dihentikan oleh kelima saudara itu. Bahkan, Daniel yang biasa pergi entah kemana meskipun hari libur, kini berada di rumah. Namun, pria itu malah mendekap diri di dalam kamar.