BAB 30 || Deep Inside

299 44 10
                                        

I'M COMEBACKK!!!

Don't forget to press the star button before you dive in✨Happy reading❤️✨

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Don't forget to press the star button before you dive in✨
Happy reading❤️✨

~~~

Raka mengamuk, laki-laki itu memukul Jarrel dengan kuat di depan ruangan Saka dirawat, memancing kebisingan sekitar. Gerry berusaha keras memisahkan keduanya, sementara Bian menarik Jarrel mundur.

"LEPASIN!"Hentaknya pada sang kakak, matanya nyalang menghunus milik Jarrel. "LO KALAU GAK ADA NIAT BANTU YA BILANG DARI AWAL, ANJING!"

Wajah Raka memerah dipenuhi amarah, emosinya mencuat seketika saat mendengar kabar dari Jarrel mengenai penyusup itu.

"TAHU APA LO GUE NIAT GAK NIAT, HAH?! GUE GAK SENGAJA, BANGSAT! PENYUSUP ITU JUGA UDAH DILAPORIN."

Jarrel yang masih ditahan Bian ikut emosi, ia belum sempat menjelaskan secara rinci, tapi Raka malah main tonjok.

"Rel, udah," ujar Bian mencoba menengahi.

"Gak terima gue, Bi. Dia pikir gue gak takut pas ada yang coba celakain sahabat gue kayak tadi, hah?! Lo pikir gue gak panik tadi, hah?!" Jarrel bersungut-sungut, tubuhnya memberontak ingin dilepaskan.

Beberapa perawat mencoba menenangkan, Daniel juga berada di sana, menghela napas. "Suster, panggil satpam."

Salah satu perawat nampak ragu, tapi tetap mengiyakan permintaan Daniel. Sementara dua orang yang masih terlibat perkelahian itu masih sama-sama tersulut api.

"Ya, kalau lo takut, kenapa bisa ceroboh?! Gue minta tolong sama lo, karena gue percaya sama lo! Tapi lo malah gak becus!"

"Raka, udah," sela Gerry dengan pelan namun cukup mengintimidasi.

"GUE MINTA MAAF, ANJING! LO JUGA BELUM DENGERIN SEMUA CERITANYA!"

Jarrel merengsek maju kala pegangan Bian melonggar, dengan sekuat tenaga Bian kembali menariknya mundur. Raka juga tak ingin kalah, ingin memukul wajah lelaki di hadapannya tapi Gerry menahannya.

"Pak! Yang ini, pak!"

Suara seseorang membuat atensi mereka beralih, di sana, ada seorang petugas keamanan yang berdiri di samping Daniel dan seorang perawat.

Daniel menatap mereka dengan malas. "Lanjutin aja, tapi di luar, sana. Di sini kalian malah ganggu pasien lain, tau gak?"

Keduanya memilih diam, tangan Jarrel yang semula terangkat kini perlahan turun, tapi tatapan mereka seolah menjelaskan mereka masih bisa melanjutkan ini.

Petugas keamanan itu sempat bingung, apakah ia akan tetap membawa keduanya pergi? Dengan ragu ia maju, menarik lengan Raka yang dengan cepat ditepis oleh yang bersangkutan. "Gak usah." Pria jangkung itu kini menoleh ke arah Daniel, seakan mengatakan 'mereka gak mau, pak.' Beruntung seolah Daniel paham, ia menghela napas lalu tersenyum pada sang keamanan itu.

ALGARENDRAS [SELESAI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang