BAB 11 || Berjuang Selamanya

584 54 5
                                        

Ppulbatu release, Algarendras publish new chapt🥰

Sebelum baca usahakan vote nya yahhHappy Reading~

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sebelum baca usahakan vote nya yahh
Happy Reading~

~~~

Kedua remaja kembar Algarendra diam di depan pintu ruangan yang baru saja mereka cari. Raka yang membuka pintu lebih dulu tertegun. Kondisi abangnya tak jauh berbeda dengan orang tuanya, matanya terpejam tenang di sana. Keduanya mendekat, Raka mencoba meraih tangan Bian yang terbebas dari selang infus. Saka mengalihkan pandangannya, tak tega melihat betapa banyak luka yang Bian dapatkan.

"Gue beli minuman dulu Rak," ujarnya segera meninggalkan ruangan.

Matanya berkaca-kaca saat sampai di luar, rasa sakit kembali menyerang kepalanya. Saka memilih duduk sebentar di sebuah kursi di lorong, mencoba menghalau rasa pusing yang amat menyiksanya.

Stop, jangan sekarang dulu, tolong, jangan sekarang....

Lama ia terduduk, akhirnya rasa sakit sialan itu pergi, ia kemudian kembali beranjak sebelum Raka mengkhawatirkannya karena terlalu lama di luar. Ia memilih empat minuman segar, berniat membagikannya pada yang lain nanti.

Sebelum kembali ke ruangan, ia terlebih dahulu menghampiri Gerry dan Daniel. Niatnya membagikan minuman terhenti disaat Daniel terlihat marah pada seorang perawat yang membawa dua brankar keluar dari ruangan, Saka mempercepat langkahnya dengan gemetar. Disana sudah ada Raka, entah sejak kapan, yang menangis.

"NGGAK! LO GAK BOLEH BAWA MEREKA SEMBARANGAN BANGSAT! MEREKA MASIH HIDUP!" Gerry mencoba menghalangi kakak sulungnya yang terlihat kesetanan.

"Mas, udah, ini rumah sakit."

"LO LIAT, GER! MEREKA MAU BAWA PAPA SAMA MAMA GITU AJA, EMANG LO TERIMA?! LO SEMUA MAU GUE TUNTUT RUMAH SAKIT INI?!"

Bugh!!!

Gerry memukul rahang Daniel dengan keras membuatnya terhuyung ke belakang. Napasnya tersengal, dadanya naik turun menahan emosi, tak habis pikir dengan kakak sulung. Dia menghapus sisa air matanya dengan kasar, hanya untuk berbicara dengan keras.

"SADAR, BEGO! PAPA MAMA UDAH GAK ADA! LO MAU MAKSA GIMANAPUN TUHAN BAKAL TETEP BAWA MEREKA PULANG!!!"

Deg.

Dunia seakan berhenti, sekujur tubuh Saka lemas mendengar ucapan Gerry, jatuh duduk bersamaan minuman yang ia bawa berserakan di lantai lorong.

Pulang?

Tanpa ia bertanya pun, akan sangat jelas maknanya. Juga saat melihat kakaknya bersikeras di sana, hatinya menjerit sakit, dunianya hancur.

Dugh!!!

Tembok rumah sakit menjadi sasaran Daniel kali ini. Rasa frustasi sekaligus marah mengendalikan diri sang putra sulung, ia marah pada semua orang, termasuk dirinya sendiri. Sekarang, mereka sudah kehilangan dua panutan hidup mereka, mereka seakan kehilangan seluruh jiwa mereka sendiri. Melihat dua orang yang sangat mereka bangga ditutupi seluruh badannya dengan kain putih gading, membuat mereka seperti kehilangan dunia.

ALGARENDRAS [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang