BAB 35 || Selalu Bersama

457 31 4
                                        

Jangan lupa vote dan komen yaa temen-temenJangan jadi silent readers aja😔❤️🫂

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jangan lupa vote dan komen yaa temen-temen
Jangan jadi silent readers aja😔❤️🫂

~~~

"Setelah melalui proses persidangan yang panjang, memeriksa barang bukti yang diajukan oleh penuntut, serta mempertimbangkan segala pembelaan dari pihak terdakwa dan penasihat hukumnya."

Suara sang hakim terdengar tegas dan berwibawa, meyakinkan semua orang di dalam ruangan itu bahwa keputusan ini adil tanpa melibatkan aspek luar.

"Maka majelis hakim memutuskan, bahwa terdakwa atas nama Randu Genandar, tebukti secara sah dan meyakinkan Sebagai otak pembunuhan berencana terhadap Reigan Algarendra dan Zeyna Almira Putri, sebagaimana diatur dalam pasal 340 KUHP, Penyelundupan barang elektronik secara ilegal yang melanggar Pasal 102 huruf (a) Undang-Undang No. 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan, dan Percobaan pembunuhan terhadap Saka Dareen Algarendra sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 ayat (1) jo. Pasal 338 KUHP. Secara sah terbukti bersalah menimbang bahwa tidak ditemukan alasan pemaaf maupun pembenar yang dapat menghapus pertanggungjawaban pidana terdakwa.

Maka, berdasarkan Pasal 340 KUHP, dan mempertimbangkan aspek keadilan serta dampak psikologis terhadap keluarga korban, majelis hakim memutuskan menjatuhkan pidana kepada terdakwa Randu Genandar dengan hukuman mati."

Sayup-sayup terdengar suara helaan seruan dan bisikan oleh beberapa orang di dalam ruangan sidang, menandakan kelegaan mereka dalam mengikuti sidang, juga empat orang yang sempat tak berkedip mendengarkan keputusan hakim, seolah jantung mereka merosot ke bawah. Air mata berjatuhan. Baik dari keluarga Daniel sendiri, Tiara, dan Dara juga ikut dalam persidangan itu. Perasaan mereka campur aduk, hanya bisa dijelaskan lewat air mata.

Daniel yang pertama kali berdiri menghampiri ketiganya, memeluk adik-adiknya dengan erat.

Mereka menang. Keadilan telah menjadi milik mereka.

Semuanya sudah selesai.

Sakit memang, menikmati keadilan ini sendirian sementara lainnya terbenam di bawah alam yang berbeda. Namun, ini yang diinginkan sejak dulu, kemenangan yang melebihi apapun.

Di hari itu, hari Saka meminta keluar dengan Dara, hari di mana nyawa Saka dipertaruhkan, Tuhan mengirimkan malaikat kebaikan melalui seseorang yang berkerumun di sana. Saat Daniel terlalu fokus memegang tangan adiknya, pun ketika Dara menangis histeris, seorang laki-laki segera merekam pelat mobil yang orang itu gunakan.

Setelah itu, ia segera menelpon polisi. Pelaku dikejar, tak menyangka orang pelaku itu adalah Randu sendiri, buronan yang telah diincar pihak kepolisian sejak lama.

Kini, semuanya selesai. Perjuangan akan keadilan telah ditentukan, keadilan telah memeluk orang-orang yang tepat.

Persidangan selesai, terdakwa dibawa oleh petugas saat Daniel dan lainnya juga keluar dari ruangan. Mereka sempat berhenti, pria itu menatap mereka dengan dingin, lebih tepatnya pada wanita yang kini berdiri di antara keluarga itu.

ALGARENDRAS [SELESAI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang