BAB 21 || Cari Masalah

346 46 8
                                        

Sambil nungguin buka puasaSemangat puasanya bagi yg menjalankan, jangan mokel😘

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sambil nungguin buka puasa
Semangat puasanya bagi yg menjalankan, jangan mokel😘

~~~

Hari minggu yang ribut berasal dari kediaman Algarendra, penyebabnya tak lain tak bukan adalah Saka dan kawan-kawan, suara itu berasal dari Alby dan Saka yang sedang bermain video game. Sementara temannya yang lain, Jarrel, bermalas-malasan di atas sofa. Raka kakak kembarnya, seperti biasa, berkutat dengan laptop di depannya tak menghiraukan kicauan-kicauan sekitar.

Sementara Gerry sedang menghabiskan sarapan yang Raka buat, dan kakak sulung mereka sudah pergi entah kemana di pagi-pagi buta.

Saudara kembar itu telah menyelesaikan ujian semester, sementara Gerry juga telah menyelesaikan ujian akhirnya, hanya menunggu hasil akhir. Itulah mengapa mereka bersantai, dan teman-teman si kembar memilih bersantai di rumah saja.

Ini sudah seminggu namun belum ada tanda-tanda Bian akan kembali, terakhir kali Saka menemuinya saat memberikan dompet beserta hp. Saat ia ingin berkunjung keesokan harinya, kamarnya terkunci, resepsionis bilang ia sudah pergi. Mentang-mentang gue kasih dompet, batinnya saat itu.

Tok tok tok

"Rak, liat gih." Yang dipinta hanya mendelik, "ogah."

Raka melirik Jarrel yang juga meliriknya. "Apa?" Tanyanya ngegas, sudah paham apa arti lirikan itu. "Kan lo grasak grusuk aja tuh kayak ulat bulu, buka gih." Balas Raka.

Jarrel memutar bola malas, berdiri dari sofa lalu berjalan dengan bersungut-sungut. "Yang punya rumah siapa juga."

Ia membuka pintu, menampilkan seorang pria yang awalnya tersenyum bahagia berubah mengerutkan dahi.

Yang membuka pintu hanya menyengir layaknya kuda. "Eh, Om Randu," ia mengambil tangan Randu dan mendekatkannya ke hidung. "Kamu siapa?" Tanya Randu bingung.

Sontak wajah Jarrel berubah murung. "Jarrel om," ucapnya membuat Randu membulatkan mulutnya mengerti lalu merangkulkan lengannya di bahu Jarrel.

"Sehat kamu?" Jarrel kembali ceria melihat perlakuan pria itu. Ia mengangguk, keduanya berjalan masuk ke ruang mereka bermain.

Tentu saja Jarrel tahu, Ia sering bertemu dengan Randu Ketika bermain ke rumah temannya, dan tak ayal Randu akan ikut bermain dengan mereka, dulu Reigan juga akan menemani.

Ketika Alby maupun Jarrel hanya ingin bermalas-malasan di rumah, keduanya pergi ke rumah si kembar dan akan disambut hangat oleh Reigan maupun Zeyna. Diam-diam mereka juga merindukan keberadaan suami-istri itu, hangat tawa yang mereka lontarkan, masakan enak Zeyna yang dibuatkan khusus untuk mereka, suara menantang Reigan saat mereka bermain, tak akan bisa mereka lupakan.

Randu duduk di sofa single depan Raka, sementara Jarrel mengambil sofa besar di tengah. Alby melirik Ketika dirasa Jarrel membawa seseorang, tak begitu berbeda dengan respon Jarrel, ia menyengir. "Om Randu, main om," Saka ikut menoleh sebelum matanya kembali focus ke video game di depannya. "Main saja kalian berdua, kalian gak akan pernah bisa ngalahin om," ucapnya songong. Alby mendengus, ia tak bisa mengelak. Mereka memang tidak bisa mengalahkan Randu, tapi ia akan kalah jika dengan Reigan.

ALGARENDRAS [SELESAI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang