BAB 12 || Giliran Bian

542 59 15
                                        

vote dan komennya yah frens🥰selamat reading~

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

vote dan komennya yah frens🥰
selamat reading~

~~~

Cklek.

Raka menoleh ke arah pintu, mengernyit bingung mendapati kakak keduanya masuk.

"Ngapain, kak?" Gerry mendelik tak suka. "Mau jagain adik gue, lah. Mending lo pulang sana, mandi kek, laptop selimut semua lo bawa kesini kayak mau pindahan aja."

"Cerewet banget sih, baru dateng juga." Gerry memutar bola mata malas. "Makanya mending lo pulang, hus hus lo, pergi."

Raka tak menanggapi, lebih memilih menyelesaikan tugasnya. Kedatangan Gerry yang tiba-tiba cukup membuat Raka sedikit canggung, seperti bertemu dengan orang asing. Namun, ia berusaha mengontrolnya. Gerry menyampirkan jaketnya di sofa, ia mendudukkan diri di sebelah Raka. Setelah pulang dari kafe, Gerry langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit.

"Ekhm, Saka mana?" Tanya Raka mencoba memulai percakapan

"Tadi gue udah bilang ke dia, dia juga lagi ada urusan katanya. Kepo banget sih, udah sana pulang, gue yang jagain." Nada sewot Gerry membuat alis Raka berkerut. "Curiga Bang Bian bakal lo apa-apain."

Tak. Bunyi renyah dari jitakan Gerry terdengar, membuat Raka sedikit meringis sambil terkekeh. Ya sudahlah, lebih baik ia pergi kelas. Dia membereskan barang-barangnya lalu beranjak dari sofa. "Gue pulang."

"Hm..."

"Eh," gerakan tangan Raka yang ingin membuka pintu terhenti kala Gerry kembali bersuara, ia kembali menoleh. "Lo udah makan, gak?"

"Kenapa? Lo mau traktir gue?"

"Lo minta traktir sama orang yang masih minta duit, gue cuma nanya." Ucapan Gerry membuat Raka mencibir. "Dih, gue kira lo pesen apa gitu, pelit."

"Wlee~ Udah, sana."

Baru saja Raka hendak membuka pintu, ia terkejut melihat adik kembarnya yang terlihat sedikit pucat berdiri di hadapannya.

"Habis dari mana lo?" Saka juga nampak terkejut, ekspresinya berubah. "D-dari kampus lah, lo kira?"

Raka bingung, ia hanya bertanya, tapi kenapa Saka seperti sedang diintrogasi?

"G-gue bawa makanan, ayo makan dulu sebelum pulang," ajak Saka segera. Dia lebih dulu masuk, melihat Gerry yang duduk memperhatikannya membuatnya mengalihkan pandangan, menyiapkan makanan.

"Kayak Saka tuh, tanpa babibu udah dipesenin makan," sindir Raka seraya melirik Gerry. Gerry hanya mencibir. "Tinpi bibibi idih dipisinin mikin."

Raka mendengus, kini alisnya mengernyit saat Saka mengeluarkan makanan,

"Kok tiga Sak?" Pertanyaan Raka membuat pergerakan Saka terhenti, ia menoleh. "Buat Kak Gerry?"

"Gak usah."

ALGARENDRAS [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang