BAB 18 || Hotel

364 49 13
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Selamat Tahun Baru!
Selamat membaca typo~


~~~


Pagi hari yang ribut di hotel, tepatnya di kamar Saka dan Bian. Saka yang tengah berusaha membangunkan Bian dengan berbagai cara, tapi abangnya hanya menggumam tak jelas.

Saka memang memesan satu kamar untuk dirinya dan Bian, tidak terpisah. Saat Bian kembali tadi malam, ia dibuat misuh karena ia harus berbagi kasur dengan adiknya. Bian tidak suka berbagi kamar dengan siapapun, akan tetapi ia tetap memilih tidur di samping Saka karena sudah terlalu lelah untuk koar-koar, apalagi saat itu jam menunjukkan pukul 2.17 dini hari. Sebenarnya, Saka mendengar keluhannya, tetapi ia memilih diam dan membiarkan Bian mengoceh yang pada akhirnya tertidur pulas di sampingnya.

Masalahnya kali ini adalah giliran Saka yang sibuk mengeluh karena beruang kecil itu tidak bisa dibangunkan sekarang. Sudah ia tarik sampai ke bawah lantai, tetap saja Bian tak bergeming. Ia berlalu ke kamar mandi membawa gelas, mengisinya dengan air, tidak banyak, karena Bian tidak suka disiram saat dibangunkan.

"Maaf ya bang, tapi demi apa lo susah banget dibangunin, bentar lagi tuh dapur tutup."

Inilah alasan Saka bersikeras membangunkan abangnya, untuk sarapan di dapur hotel. Menurutnya, lebih baik memanfaatkan fasilitas yang sudah tersedia daripada membuang uang sia-sia untuk membeli makanan dari luar.

Ia kembali ke tempat Bian berada, ia banyak berdoa dalam hati agar tidak disembur saat abangnya bangun.

1

2

3

byurr

"AKKHH"

Greb.

Tuhkan..

"SETAN LO! LO MAU GUE PUKUL SAMPAI MASUK RUMAH SAKIT HAH??!!"

Saka yang kerah bajunya dicengkram kuat menjawab "makanya bangun oon, lo gak mau sarapan? Dapurnya bentar lagi tutup, lo belum makan."

"Terserah gue mau makan apa nggak anjing." Bian melepaskan cengkramannya, beralih naik kembali ke atas kasur dengan wajah cemberut.

"Ya udah kalau gak mau, gue makan sendiri aja."

"Ya udah pergi aja sana, ganggu banget."

Saka menghela napas lega, setidaknya ia tidak benar-benar dipukul oleh Bian.

"Awas aja nanti lo minta duit gue buat cari makan," ujar Saka dengan tengilnya.

"Nggak anjing, lo kira gue miskin?!"

"Lo miskin sekarang, buktinya lo nginep di hotel ini pakai duit gue, kemarin gue liat duit di saku lo cuma lima puluh ribu, pft."

"Setan. Mending lo cepet-cepet keluar daripada gue pukul lo beneran, Sak."

ALGARENDRAS [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang