BAB 5 || Kue Enak Buatan Mama

449 51 3
                                        

Ngak ngak🦅🦅

Affah kabar??? Dijawab gakk?!!👊👉

Jangan lupa vote dan komen yaaHappy reading✨

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jangan lupa vote dan komen yaa
Happy reading✨

~~~

Saka menyugar rambutnya yang sedikit berantakan lalu turun dari motor dengan memasukkan satu tangannya ke dalam saku celana. Wangi krim dan adonan tercium saat ia membuka pintu toko yang sudah memiliki beberapa pengunjung itu, ia melihat mamanya yang sudah sibuk sana-sini melayani pelanggan sekaligus membuat roti dan kue.

"Mama!!!" Sapanya riang yang otomatis menjadi pusat perhatian pembeli. Saka kikuk sendiri, ia segera menghampiri tempat mamanya membuat adonan daripada lama-lama menjadi tontonan gratis.

"Sudah makan?" Zeyna yang sedang melayani pelanggan menoleh bertanya.

"Hmm, niatnya mau makan sama mama sih, tapi mama sibuk. Biar Saka bantu aja," tawarnya lalu mengambil celemek yang menggantung.

"Eh, gak usah, kamu duduk aja bentar lagi mama selesai."

"Gak apa-apa, hitung-hitung nambah pahala Saka. Hehehe."

Saka mulai pekerjaannya, membantu bagian ready order. Zeyna menghela napas, khawatir. "Kamu capek, Saka. Pahalanya nambah nanti aja, cuci peralatannya tuh."

"Oke, nanti sekalian."

Lagi-lagi Zeyna hanya bisa menghela napas lelah, anaknya yang satu ini memang sangat susah diberitahu. Padahal ia tahu Saka pasti lelah karena sudah beraktivitas banyak di kampusnya, dia juga tidak bisa bekerja terlalu keras.

"Kamu bikinin mint choco punya mas kamu aja, biar yang lain mama selesaikan sendiri."

Zeyna coba membujuknya, tapi Saka menggeleng. "Nggak. Biar Saka buat pas mau pulang aja nanti."

"Duduk, Saka."

"Nggak mau."

Astaga, benar-benar keras kepala.

Akhirnya, Zeyna membiarkan Saka membantunya menyelesaikan beberapa ready order. Sedangkan ia melanjutkan membuat pesanan kue dari pelanggan semalam, tangannya mengukir indah hiasan coklat pada chocolate truffle cream cake di depannya. Kegiatan itu tak luput dari pandangan Saka yang sudah menyelesaikan pekerjaan-nya, ia terkadang merasa heran dengan mamanya, tokonya memiliki banyak pelanggan, lalu kenapa tidak merekrut setidaknya satu orang saja untuk membantunya? Ia tahu mamanya memang sangat giat melakukan banyak hal, tapi dibantu seseorang pun tidak akan jadi masalah kan?

"Itu mau diambil apa dianter, Ma?"

"Mau diambil sendiri. Janjinya sih jam sebelas, mungkin sebentar lagi," jawab Zeyna yang masih sibuk mengukir.

Saka melihat jam dinding, pukul 10.54, masih 6 menit lagi. Selagi melihat aktivitas mamanya, ia sesekali bertanya tentang kehidupan yang tidak ia ketahui, dan juga sesekali menceritakan dirinya sendiri. Ia suka berbicara dengan mamanya, rasanya sangat menyenangkan mendengarkan berbagai petuah dan pengalaman orang. Zeyna bercerita dengan gayanya sendiri membuat Saka langsung menangkap maksudnya dan lebih tertarik.

ALGARENDRAS [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang