29 - Alasan

40 4 0
                                    

"Jadi, kau sudah menghubungi Tuan Jeonghan?"

Lily dan Jay memutuskan untuk berbicara sejenak. Sudah lama mereka tidak berkumpul santai seperti ini. Kyujin sudah tidur terlebih dahulu karena lelah.

"Aku sudah berkabar tadi. Tuan Jeonghan berkata bahwa sekarang kita hanya perlu mengikuti Taehyun," ujar Jay.

"Lalu bagaimana dengan Jake dan Sunghoon? Aku dengar mereka menghilang begitu saja," tanya Lily.

Jay hanya menggeleng pelan. "Aku tidak tahu. Taehyun tampaknya tidak banyak membahas mereka,"

Ting!

Ponsel Jay berbunyi, menandakan ada pesan masuk. Jay tampak serius melihatnya. Ia pamit meninggalkan Lily karena perlu menghubungi orang lain. Lily hanya mengangguk. Lagipula, ia tak ingin terlalu mencampuri urusan Jay.

Jay menelpon seseorang di tempat sepi. "Halo, mengapa kau menghubungiku tiba-tiba?"

"Kau pikir saja sendiri!"

"Hei, aku lebih tua darimu! Jaga sopan santun jika berbicara denganku!" ujar Jay.

"Ck, terserah! Tapi Kak Jay, aku sungguh penasaran. Apa yang kakak lakukan selama disana?"

"Kau pikir saja sendiri!" Jay tampak tertawa lebar karena berhasil membalikkan ucapan lawan bicaranya.

"Oh, ayolah! Aku butuh informasi tentang perkembangan pekerjaanmu!"

"Kau tak perlu memikirkan diriku. Pikirkan saja kau yang disana. Bagaimana keadaannya?" Jay mulai menggunakan suara rendah.

"Tentu saja kami sedang bersiap. Disini lebih siap dari yang aku bayangkan,"

Jay tampak diam sejenak. Sepertinya ia ragu untuk bertanya lagi.

"Apakah menurutmu Black Malvado mampu mengalahkan Black Reaper?" tanya Jay pelan.

"......."

"Ck, aku sungguh bertanya kali ini. Apakah mungkin semuanya sesuai perkiraan tuan besar?" gumam Jay.

"Tenanglah, kak! Kau hanya perlu melakukan tugas dengan baik. Selebihnya, kita hanya perlu mengikuti jalan takdir,"

"Kau membuatku semakin ragu," Jay menghela nafas panjang.

"Pastikan tidak ada yang tahu tentang kakak! Apalagi pemimpin Black Malvado! Termasuk rekan kakak juga,"

"Aku tahu,"

Jay langsung menutup panggilan tanpa membiarkan lawan bicaranya membalas. Ia segera memasukkan ponselnya ke dalam saku. Dilihatnya keadaan sekitar untuk memastikan tak ada yang melihat. Dan akhirnya, ia berjalan meninggalkan tempat itu.

♦️

Srak!

"Ada apa, kak? Kak Taehyun terlihat bingung,"

Sullyoon dikejutkan oleh Taehyun yang tiba-tiba meletakkan setumpuk kertas dengan kasar. Wajah Taehyun juga tampak tertekuk. Sepertinya si sulung itu tengah memikirkan sesuatu.

"Kau tahu anggota bernama Nakamura Kazuha?" tanya Taehyun.

Sullyoon mengangguk, "Aku pernah melihat datanya. Tapi aku tak pernah bertemu langsung dengannya,"

"Cobalah cari informasi tentangnya. Entah mengapa, rasanya aku pernah mendengar nama Nakamura," perintah Taehyun.

Sullyoon mengangguk dan segera mengambil kertas yang diletakkan Taehyun. Ia membaca dengan cermat segala informasi yang dikumpulkan oleh Taehyun.

Remi : RevengeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang