Kim seokjin , pemuda dengan bahu lebar itu masih terus duduk dan memperhatikan pemuda lain yang sejak tadi masih enggan menatapnya .
Seokjin pikir-pikir lagi , dia sudah hampir dua jam menunggu anak itu mau berbicara dengannya . Namun bukannya mendapat sepatah kata , justru dirinya harus menelan kekecewaan karena jimin memilih untuk tidur.
" aku punya salah yaa denganmu ? " seokjin bertanya dengan nada sengitnya menatap sang adik yang tengah menatap langit-langit ruangannya sejak ia terbangun dari tidur siangnya .
" kau mendiami ku sejak tadi padahal kemarin kau masih merengek diberikan ice cream padaku ... " Tanya seokjin lagi yang masih melirik jimin dari tempatnya duduk sekarang
Jimin sendiri masih memilih untuk diam tak menanggapi kalimat sang kakak , karena otaknya masih mencerna kalimat demi kalimat sang kakak .
" h-hyungg ... " panggil jimin ragu " ibu ... " sambungnya
" ibu masih bertemu dengan dokter , kau perlu sesuatu ?" Tanya seokjin , berjalan mendekat kearah jimin yang tak jauh darinya.
" ugh ... aku ... a-aku ingin memeluk ibu ... " jimin berbicara dengan suara bergetar . Seokjin menaikkan alisnya , mencoba menganalisa sang adik yang masih tak ingin menatapnya
" mau ku peluk ? Sambil menunggu ibu ?" Jawab seokjin , membuat jimin mendongak dengan mata menatap sendu kearahnya
" b-bolehkah ?" Seokjin menghela nafas pelan lalu mengangguk .
Jimin menarik pelan sang kakak lalu masuk kedalam dekap hangat yang selama ini ia dambakan , dekap hangat yang ternyata begitu menenangkan tubuhnya yang sejak tadi memberontak .
Jimin terbangun dari tidurnya saat merasakan tubuhnya kembali sakit , bahkan rasa mual itu tengah ia rasakan saat ini . Jimin mempererat pelukannya disaat kepalanya semakin terasa terhantam batu besar
" jiminie... kau mendengarku ?" Jimin mengangguk lemah
" jiminie .. lepaskan dulu ... " jimin dengan terpaksa melepas dekap hangat sang kakak
Seokjin terkejut bukan main saat melihat lelehan darah keluar dari hidung mancung sang adik , jimin pun terlihat lelah dengan mata yang masih memaksa menatapnya
" aku akan panggilkan ... "
" ja-jangan... aku ingin memelukmu saja hyung ... " jawab jimin kembali menjatuhkan kepalanya pada dada seokjin
" Jim.. "
" eung ... "
" Katakan dimana yang sakit... "
" Tidak tahu hyung ... semua sakit . Kepalaku berdenyut sangat keras seperti saat aku melihat suster Anna, badanku ... rasanya ingin lepas se-semua... "
" mau ku panggilkan suster Anna?" Seokjin merasakan kepala jimin menggeleng lemah
" Katakan jika kau sakit ... jangan menahannya ... "
" tak apa ?" Seokjin menggangguk
" eerghh sakit h-hyung ... sakit sekali ... " erang jimin lirih
" dimana jim ... "
" s-semua hyungg... semua sakit ... " kini bukan hanya erang tertahan yang keluar namun juga isakan dari bibir mungil pemuda yang masih memeluk erat sang kakak .
*****
Hana , wanita dengan rambut sebahu itu tengah terduduk di kursi tunggu rumah sakit dengan pandangan kosongnya . Wanita itu nampak kembali meneteskan air matanya , disertai isakan lirih .
KAMU SEDANG MEMBACA
THE LAST DAY
Fanfictionketika aku membuka mata di pagi hari bisakah aku melihat senyum mu yang tak pernah ku dapatkan sejak dulu ? maafkan aku Hyung -park Jimin ketika aku melihatmu , sesungguhnya saat itu pula aku mengingat semua yang telah berlalu dimana kau dan ibumu...
