THE LAST DAY (17)

440 40 56
                                        

Kim seokjin , pemuda dengan bahu lebar itu masih terus duduk dan memperhatikan pemuda lain yang sejak tadi masih enggan menatapnya .

Seokjin pikir-pikir lagi , dia sudah hampir dua jam menunggu anak itu mau berbicara dengannya . Namun bukannya mendapat sepatah kata , justru dirinya harus menelan kekecewaan karena jimin memilih untuk tidur. 

" aku punya salah yaa denganmu ? " seokjin bertanya dengan nada sengitnya menatap sang adik yang tengah menatap langit-langit ruangannya sejak ia terbangun dari tidur siangnya .

" kau mendiami ku sejak tadi padahal kemarin kau masih merengek diberikan ice cream padaku ... " Tanya seokjin lagi yang masih melirik jimin dari tempatnya duduk sekarang

Jimin sendiri masih memilih untuk diam tak menanggapi kalimat sang kakak , karena otaknya masih mencerna kalimat demi kalimat sang kakak .

" h-hyungg ... " panggil jimin ragu  " ibu ... " sambungnya

" ibu masih bertemu dengan dokter , kau perlu sesuatu ?" Tanya seokjin , berjalan mendekat kearah jimin yang tak jauh darinya. 

" ugh ... aku ... a-aku ingin memeluk ibu ... " jimin berbicara dengan suara bergetar . Seokjin menaikkan alisnya , mencoba menganalisa sang adik yang masih tak ingin menatapnya

" mau ku peluk ? Sambil menunggu ibu ?" Jawab seokjin , membuat jimin mendongak dengan mata menatap sendu kearahnya

" b-bolehkah ?"  Seokjin menghela nafas pelan lalu mengangguk .

Jimin menarik pelan sang kakak lalu masuk kedalam dekap hangat yang selama ini ia dambakan , dekap hangat yang ternyata begitu menenangkan tubuhnya yang sejak tadi memberontak .

Jimin terbangun dari tidurnya saat merasakan tubuhnya kembali sakit , bahkan rasa mual itu tengah ia rasakan saat ini . Jimin mempererat pelukannya disaat kepalanya semakin terasa terhantam batu besar

" jiminie... kau mendengarku ?" Jimin mengangguk lemah

" jiminie .. lepaskan dulu ... " jimin dengan terpaksa melepas dekap hangat sang kakak

Seokjin terkejut bukan main saat melihat lelehan darah keluar dari hidung mancung sang adik , jimin pun terlihat lelah dengan mata yang masih memaksa menatapnya

" aku akan panggilkan ... "

" ja-jangan... aku ingin memelukmu saja hyung ... " jawab jimin kembali menjatuhkan kepalanya pada dada seokjin

" Jim..  "

" eung ... "

" Katakan dimana yang sakit... "

" Tidak tahu hyung ... semua sakit . Kepalaku berdenyut sangat keras seperti saat aku melihat suster Anna,  badanku ... rasanya ingin lepas se-semua... "

" mau ku panggilkan suster Anna?" Seokjin merasakan kepala jimin menggeleng lemah

" Katakan jika kau sakit ... jangan menahannya ... "

" tak apa ?" Seokjin menggangguk

" eerghh sakit h-hyung ... sakit sekali ... " erang jimin lirih

" dimana jim ... "

" s-semua hyungg... semua sakit ... " kini bukan hanya erang tertahan yang keluar namun juga isakan dari bibir mungil pemuda yang masih memeluk erat sang kakak .

*****

Hana , wanita dengan rambut sebahu itu tengah terduduk di kursi tunggu rumah sakit dengan pandangan kosongnya . Wanita itu nampak kembali meneteskan air matanya , disertai isakan lirih .

THE LAST DAYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang