THE LAST DAY (24)

444 35 23
                                        

Park jimin , pemuda dengan rambut berwarna coklat itu tengah mengembangkan senyumnya kala melihat seluruh anggota keluarganya terlihat bahagia di hadapannya . Meskipun saat ini anak itu tengah berusaha mengusir isi kepalanya yang terus teringat dengan pria dewasa tadi , namun jimin tak ingin menunjukkan kegelisahannya .

Pemuda berusia hampir delapan belas tahun itu justru menunjukkan ekspresi wajah bahagia , terbukti dengan tawa renyahnya kala sang kakak menggodanya .

" suster Anna , ikut kami berlibur bagaimana ?" Tanya pemuda itu pada seorang gadis berambut pendek di sampingnya

" Hei.. itu acara keluargamu jimin-ah , lagipula aku tidak ingin di pecat karena ikut denganmu ... "

" kan hitung-hitung sekalian menjagaku kalau monster di kepalaku nakal yaaaaa suster ... "

" kalau begitu , aku akan memberitahu monster kecil ini untuk tidak mengganggu acara bahagia monster besar nya oke ... "

" Ahh suster anna tidak seru sekali ... "

" memang sejak kapan aku seru denganmu..." jawab anna sekenanya membuat jimin mengerucutkan bibirnya kesal.

Seokjin hanya tersenyum ketika melihat ekspresi sang adik yang berlagak merajuk pada gadis berstatus perawat itu.

" kurasa jimin benar suster anna , sekalian refresing setelah beberapa bulan terakhir anak itu ..." timpal jihoon

" Setidaknya aku harus refresing tanpa harus melihatnya tuan ... " anna melirik sedikit pada jimin yang hanya diam dengan menatapnya tajam

" nanti aku di rawat oleh suster lain nangesss... "

" yaa!!"

" anna , biarkan saja anak itu . Beradu mulut dengan anak bibir tebal itu tak akan ada habisnya. Kau hanya akan menghabiskan tenaga mu ... "

" kau benar seokjin ... " jawab anna setelah menjulurkan lidahnya mengejek jimin yang masih menatapnya tajam

" tapi anna , aku sudah memesan lima tiket untuk pergi ke jeju . Daripada aku harus mengurus ulang akan lebih baik tiket itu kau yang pakai ... " anna menoleh pada seokjin yang tengah menyantap burger di tangannya

" lagipula , benar kata ayah. Tidak ada salahnya kau ikut berlibur , ayah akan meminta izin langsung pada dokter lee kalau perlu ... "

" a-ahh .. tidak bukan begitu . Hanya saja ... "

"Suster anna ... " suara Hana kini yang terdengar lebih halus namun syarat akan permohonan

" saya hanya tidak ingin mengganggu acara kalian nyonya ... "

" panggil saja Bibi atau kalau perlu ibu saja kenapa sihh suster anna , kaku sekali " sumpah demi apapun anna saat ini tengah setengah mati menahan diri untuk tak membungkam mulut pemuda di sampingnya itu .

Anna tengah gugup setengah mati karena duduk disamping seokjin sejak tadi , bahkan hanya dengan menoleh sedikit saja , ia bisa mendengar deru nafas seokjin karena saking dekatnya .

Sekali lagi salahkan anak berusia hampir delapan belas tahun itu yang merengek meminta meja yang seharusnya diisi oleh tiga orang saja menjadi diisi lima orang.

" jimin-ah ... yang sopan , bagaimanapun suster anna lebih tua darimu..." ujar seokjin melirik sang adik

" lagian kita ini sudah di luar rumah sakit hyung , kalian saja sudah saling panggil nama masing-masing .. lantas mengapa masih kaku sekali dengan ayah ibu ... " skakmat , seokjin ikut terdiam mendengar cicitan sang adik

" sudah , lanjutkan makannya . Jimin diam dan segera habiskan salad mu oke ... " sahut Hana membuat semua orang akhirnya kembali fokus pada hidangan masing-masing .

THE LAST DAYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang