THE LAST DAY ( 25 )

414 42 5
                                        

Pagi ini , cuaca di kota seoul nampak sedikit mendung karena rupanya semalam hujan sangat deras . Namun meskipun cuaca yang masih terasa dingin , tak membuat semangat dari keluarga Kim menurun untuk tetap bersiap menuju tempat liburnya yaitu Pulau jeju .

Jimin , pemuda itu telah siap dengan setelah kaos berwarna hitam dengan celana senada tengah berdiri di depan kaca , sibuk menatap pantulan dirinya dengan senyum yang sangat lebar

" lihat kau tampan sekali park jimin , sama seperti seokjin hyungmu... " gumamnya bangga

" jika aku hyungmu , sebut nama itu dengan kim jimin .. bukan lagi park jimin !" Pemuda lain masuk ke kamar bernuansa biru muda itu dengan mata yang melirik tajam kearah jimin. 

Jimin tersenyum semakin lebar saat sang kakak masuk ke kamarnya dengan pakaian yang sudah rapi .

" hyung kemana saja? Kudengar dari bibi jung sejak pagi sudah berangkat ... " jimin berjalan mendekat kearah sang kakak yang duduk di pinggiran ranjang menatap jimin dengan senyum tipis menghiasi wajahnya .

" aku ? Pergi ke suatu tempat dahulu . Ahh aku punya sesuatu untukmu . Ayo turun !" Jimin mengerutkan dahi nya sebelum akhirnya ikut turun di belakang seokjin yang berjalan jauh di depannya .

Jimin menuruni tangga dengan santai , ayah dan ibu nampak tengah mengobrol dengan seseorang di bawah sana membuat jimin semakin penasaran karena seokjin hyung juga sesekali ikut tertawa .

" suster Anna?" Lirih jimin saat mendapati gadis kesayangannya itu kini menatapnya dengan senyum menenangkan seperti biasa.

" hallo jim ... "

" bukankah semalam suster bilang mulai hari ini harus membantu dokter lee sampai empat hari kedepan di ruang operasi ... "

" KEJUTAN...." Teriak seokjin dan anna bersamaan , yang membuat jihoon dan hana tertawa kecil melihat ekspresi putera keduanya

" kau harus berterimakasih pada ku jimin-ah karena sudah mau bersusah payah membujuk anna untuk ikut dengan kita... " jimin menatap seokjin curiga

" begitukah ? " jawab jimin remeh lalu semakin berjalan mendekat kearah keempat nya

" buu ... " jimin merangkul lengan sang ibu .

Hana tersenyum ketika , pemuda itu bersandar pada pundaknya .

" aku rasa seokjin hyung ... "

" hey jiminah jangan mengadu yang tidak-tidak pada ibu yaa ... " ujar seokjin menatap sengit kearahnya

" aku masih diam saja hyung , ya tuhan ... " jimin mencoba membela diri . Bibirnya memberengut kesal lalu berjalan lebih dulu menuju mobil . 

Anna berlari kecil untuk menyusul jimin yang merajuk di depan sana , bibir tipisnya tersenyum gemas menatap punggung kecil yang mulai memasuki mobil hitam di pelataran rumah .

Gadis dengan rambut pendek itu tidak pernah menyangka bisa mengenal dan menyayangi pemuda itu seperti seorang kakak kepada adiknya . Gadis itu terbiasa hidup sendiri setelah kepergian orang tuanya empat tahun silam , dan kini hidupnya kembali berwarna karena jimin .

" hey ... pantas saja dokter lee selalu memanggilmu anak kecil humm... " ujar Anna pada jimin yang menatap dirinya dengan mata melirik gemas

" aku sedang merajuk jangan merayuku suster anna ... " anna mencebikkan bibirnya dan tersenyum lalu matanya bergulir menatap tiga anggota keluarga jimin yang berjalan menuju mobil .

" seokjin-ah ... jimin masih marah . Aku tidak jadi ikut saja yaa ... " jimin menoleh cepat saat anna mengadu pada seokjin dari dalam mobil

" ya sudah anna , ayo aku antarkan pulang lagi ... "

THE LAST DAYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang