Park Sera akhirnya berhasil keluar dari rumah besar itu setelah ia disiksa habis-habisan didalam sana . Ia berjalan tertatih menahan luka di sekujur tubuhnya , ia menangis menyesali semua yang telah terjadi . Sera telah berjanji pada dirinya sendiri untuk menebus kesalahannya pada putera kandungnya dengan mengembalikan uang yang telah ia terima malam itu . Namun ternyata kehidupannya pun justru semakin menderita
" Maafkan bunda sayang... bunda memang tidak pantas menjadi ibumu . Hana benar , aku tidak pantas kau panggil ibu jiminie ..." lirihnya saat kakinya tak lagi bisa menopang beban tubuhnya .
" Bibi, kau baik-baik saja ?" Suara lain muncul dari arah belakang sera , matanya bergulir dan mengamati siapakah yang menyentuh bahunya dengan lembut itu
Sera mengerutkan dahinya , mencoba mengingat sosok cantik yang kini duduk berjongkok dihadapannya itu
" Bibi..."
" suster yang merawat puteraku selama ini kan ?" Tanya sera pelan , seingatnya gadis di depannya itu adalah perawat yang beberapa berada di sisi puteranya ketika dirawat .
Anna masih diam memperhatikan wanita dengan dress seksi itu , matanya menatap intens kearah sera lalu membantunya berdiri
" rumah Bibi sekitar sini kah ?" Sera menggeleng lemah
" Ayo mampir ke rumah ku dulu , aku obati lukamu bi ... "
" Tidak suster , aku akan pulang kerumah ku saja . Kau tidak aman jika berurusan denganku " anna mengerutkan dahinya bingung
"Ini sudah malam bi, tidak ada kendaraan yang melintas di daerah ini . Semalam saja tidak akan terjadi apa-apa ... " sera pun menyerah dan lebih memilih menuruti perkataan anna . Ia menatap anna saat gadis itu berdiri memunggungi dirinya untuk menyiapkan minuman .
" minumlah -"
" terimakasih suster anna " anna hanya mengangguk lalu melangkah meninggalkan sera di ruang tamunya .
Jemari gadis itu lantas mengambil ponselnya dan terlihat mengirimkan pesan kepada seseorang , hingga terdengar Dering ponselnya .
" hallo seokjin , dia ada disini . Aku menemukannya dijalan dengan keadaan sangat buruk ... " terlihat anna berdiam mendengarkan suara seokjin lalu menghela nafas pelan
" aku baik seokjin-ah ... kau terlalu berlebihan . Aku bahkan bisa memukulnya lebih kuat jika dia berani macam-macam denganku .. tenang saja -"
" Bagaimana jimin ? " Anna nampak sedikit menyunggingkan senyumnya tipis , lalu mengangguk mengerti.
" baiklah , beristirahatlah . Aku juga akan membersihkan diriku ... " anna lalu memutuskan sambungan teleponnya dan kembali tersenyum .
*****
Jimin mengerjapkan matanya saat sinar lampu malam nampak mengganggu tidurnya . Ia memiringkan dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut , namun saat sudah berada di dalam selimut justru dirinya tidak lagi bisa menutup matanya .
Ia berusaha mengingat apa yang terjadi sebelumnya , hingga ia kembali membuka selimut dan menemukan sang kakak yang berdiri menatap dirinya khawatir
"Hyung , yatuhan kau mengejutkan ku ... "
" kenapa tidak membangunkanku hmm ? Masih ada yang sakit , apa yang kau rasakan saat ini ? Perlu aku panggilkan dokter Lee? Atau kau mau aku menghubungi suster anna ? " jimin menggeleng pelan , lalu menarik seokjin untuk mendekat
" aku hanya ingin hyung tidur disini , hatiku gelisah sekali hyung ... aku tidak tau kenapa " seokjin menuruti sang adik dan naik ke atas ranjang
"Mau peluk ?" Jimin menggeleng , ia menatap sang kakak lalu tersenyum tipis
KAMU SEDANG MEMBACA
THE LAST DAY
Fanfictionketika aku membuka mata di pagi hari bisakah aku melihat senyum mu yang tak pernah ku dapatkan sejak dulu ? maafkan aku Hyung -park Jimin ketika aku melihatmu , sesungguhnya saat itu pula aku mengingat semua yang telah berlalu dimana kau dan ibumu...
