THE LAST DAY (28)

251 23 5
                                        

Park Sera akhirnya berhasil keluar dari rumah besar itu setelah ia disiksa habis-habisan didalam sana . Ia berjalan tertatih menahan luka di sekujur tubuhnya , ia menangis menyesali semua yang telah terjadi . Sera telah berjanji pada dirinya sendiri untuk menebus kesalahannya pada putera kandungnya dengan mengembalikan uang yang telah ia terima malam itu . Namun ternyata kehidupannya pun justru semakin menderita

" Maafkan bunda sayang... bunda memang tidak pantas menjadi ibumu . Hana benar , aku tidak pantas kau panggil ibu jiminie ..." lirihnya saat kakinya tak lagi bisa menopang beban tubuhnya .

" Bibi,  kau baik-baik saja ?" Suara lain muncul dari arah belakang sera , matanya bergulir dan mengamati siapakah yang menyentuh bahunya dengan lembut itu

Sera mengerutkan dahinya , mencoba mengingat sosok cantik yang kini duduk berjongkok dihadapannya itu

" Bibi..."

" suster yang merawat puteraku selama ini kan ?" Tanya sera pelan , seingatnya gadis di depannya itu adalah perawat yang beberapa berada di sisi puteranya ketika dirawat .

Anna masih diam memperhatikan wanita dengan dress seksi itu , matanya menatap intens kearah sera lalu membantunya berdiri

" rumah Bibi sekitar sini kah ?" Sera menggeleng lemah

" Ayo mampir ke rumah ku dulu , aku obati lukamu bi ... "

" Tidak suster , aku akan pulang kerumah ku saja . Kau tidak aman jika berurusan denganku " anna mengerutkan dahinya bingung

"Ini sudah malam bi,  tidak ada kendaraan yang melintas di daerah ini . Semalam saja tidak akan terjadi apa-apa ... " sera pun menyerah dan lebih memilih menuruti perkataan anna . Ia menatap anna saat gadis itu berdiri memunggungi dirinya untuk menyiapkan minuman .

" minumlah -"

" terimakasih suster anna " anna hanya mengangguk lalu melangkah meninggalkan sera di ruang tamunya .

Jemari gadis itu lantas mengambil ponselnya dan terlihat mengirimkan pesan kepada seseorang , hingga terdengar Dering ponselnya .

" hallo seokjin , dia ada disini . Aku menemukannya dijalan dengan keadaan sangat buruk ... " terlihat anna berdiam mendengarkan suara seokjin lalu menghela nafas pelan

" aku baik seokjin-ah ... kau terlalu berlebihan . Aku bahkan bisa memukulnya lebih kuat jika dia berani macam-macam denganku .. tenang saja -"

" Bagaimana jimin ? " Anna nampak sedikit menyunggingkan senyumnya tipis , lalu mengangguk mengerti. 

" baiklah , beristirahatlah . Aku juga akan membersihkan diriku ... " anna lalu memutuskan sambungan teleponnya dan kembali tersenyum .

*****

Jimin mengerjapkan matanya saat sinar lampu malam nampak mengganggu tidurnya . Ia memiringkan dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut , namun saat sudah berada di dalam selimut justru dirinya tidak lagi bisa menutup matanya .

Ia berusaha mengingat apa yang terjadi sebelumnya , hingga ia kembali membuka selimut dan menemukan sang kakak yang berdiri menatap dirinya khawatir

"Hyung , yatuhan kau mengejutkan ku ... "

" kenapa tidak membangunkanku hmm ? Masih ada yang sakit , apa yang kau rasakan saat ini ? Perlu aku panggilkan dokter Lee? Atau kau mau aku menghubungi suster anna ? " jimin menggeleng pelan , lalu menarik seokjin untuk mendekat

" aku hanya ingin hyung tidur disini , hatiku gelisah sekali hyung ... aku tidak tau kenapa " seokjin menuruti sang adik dan naik ke atas ranjang

"Mau peluk ?" Jimin menggeleng , ia menatap sang kakak lalu tersenyum tipis

THE LAST DAYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang