THE LAST DAY (26)

343 34 3
                                        

Siang itu , keluarga kim harus kembali berada di depan emergency room . Siang dimana seharusnya mereka menikmati liburan ke pulau jeju itu dengan terpaksa harus kembali batal karena putera bungsu keluarga Kim yang tiba-tiba jatuh tak sadarkan diri.

Hana , wanita empat puluh lima tahun itu masih terus menggenggam jemari puteranya dengan erat , sesekali menciumnya sayang

" jiminie , bangun sayang ... " lirih Hana,  bahu kecil itu merasakan usapan lembut dari seorang gadis di sampingnya

" Kenapa ayahmu lama sekali ... suster Anna... "

" nyonya ... jangan berfikir yang tidak-tidak yaa.. semoga anak manis ini baik-baik saja . Kita tunggu tuan jihoon dan tuan seokjin kembali "

Hana menatap gadis berambut pendek itu sendu , lalu kembali menatap sang putera yang masih setia menutup matanya matanya . 

Pintu ruangan itu terbuka , seokjin masuk lebih dulu . Berjalan mendekati kedua wanita yang tengah menatapnya dengan tatap penuh harap , bibirnya tersenyum kecil ketika melihat gadis disamping sang adik .

Hana berdiri , menyambut putera pertamanya dan  sang suami untuk mendengar penjelasan mengenai keadaan si bungsu .

" sayang , bagaimana keadaan jimin ? Ia baik-baik saja kan ?" Seokjin mendekat kearah sang adik , mengusap rambut hitam jimin dengan lembut

" Hei... kau tidak berniat menghukum ku karena menjemput suster kesayanganmu kan jim ?" Lirih pemuda jangkung itu di dekat telinga sang adik . Tidak ada jawaban , hanya hembus nafas teratur dari pemuda di depannya yang bersahutan dengan deru nafas nya .

" jihoon , jelaskan apa yang terjadi ?" Tanya Hana mulai tak sabar menunggu

" Tidak terjadi hal yang serius Hana.. awalnya ... "

" awalnya ? Jangan berbelit-belit jihoon !!"

" kita bisa saja kehilangan jimin , jika operasi besar itu tidak segera di lakukan bu ... dan aku akan membuat perhitungan dengan wanita ular itu ... " sahut seokjin dengan tatap tajam menatap kearah luar

" monster jahat itu telah menyebar ke seluruh tubuh jimin Hana,  daya tahan tubuhnya semakin menurun . Ia bisa drop sewaktu-waktu tanpa bisa kita prediksi sebelumnya.." Hana menutup mulutnya tidak percaya , bagaimana bisa jiminnya harus merasakan sakit yang lebih parah dari sebelumnya .

" Jangan bercanda jihoon! Seokjinie jelaskan pada ibu nak ... adikmu baik-baik saja bukan -"

" adikku tidak pernah baik-baik saja sejak wanita itu datang bu ... dan aku bersumpah akan membuat dia menyesal telah membuat adikku menderita "

" Hei... kau pasti mendukung hyung kan ... "

" ugh... " lirih pemuda yang ditunggu-tunggu akhirnya membuka matanya dengan perlahan

" Hai pangeran tidur ... " sapa lembut anna yang pertama kali menyadari jimin membuka mata

" suster Anna-" anna tersenyum dan menggangguk pelan

" aku senang bisa melihat mata bulan ini lagi , lihat kau membuat bibi Hana kembali menangis humm ... " jemarinya memencet tombol yang terletak di atas ranjang jimin

" i-ibu ... "

" maaf membuat i-bu menangis lagi... "

" kau ku maafkan , asal kau berjanji menuruti kemauan ku " sahut seokjin yang masih berdiri dengan tangan bersedekap congkak . Jimin menoleh dan tersenyum tipis lalu mengangguk pelan

" a-ayah ..."

" hallo jagoan ayah ... " jimin kembali tersenyum , hatinya menghangat ketika ia menemukan seluruh anggota keluarganya berada di sini .

THE LAST DAYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang