Siang itu , keluarga kim harus kembali berada di depan emergency room . Siang dimana seharusnya mereka menikmati liburan ke pulau jeju itu dengan terpaksa harus kembali batal karena putera bungsu keluarga Kim yang tiba-tiba jatuh tak sadarkan diri.
Hana , wanita empat puluh lima tahun itu masih terus menggenggam jemari puteranya dengan erat , sesekali menciumnya sayang
" jiminie , bangun sayang ... " lirih Hana, bahu kecil itu merasakan usapan lembut dari seorang gadis di sampingnya
" Kenapa ayahmu lama sekali ... suster Anna... "
" nyonya ... jangan berfikir yang tidak-tidak yaa.. semoga anak manis ini baik-baik saja . Kita tunggu tuan jihoon dan tuan seokjin kembali "
Hana menatap gadis berambut pendek itu sendu , lalu kembali menatap sang putera yang masih setia menutup matanya matanya .
Pintu ruangan itu terbuka , seokjin masuk lebih dulu . Berjalan mendekati kedua wanita yang tengah menatapnya dengan tatap penuh harap , bibirnya tersenyum kecil ketika melihat gadis disamping sang adik .
Hana berdiri , menyambut putera pertamanya dan sang suami untuk mendengar penjelasan mengenai keadaan si bungsu .
" sayang , bagaimana keadaan jimin ? Ia baik-baik saja kan ?" Seokjin mendekat kearah sang adik , mengusap rambut hitam jimin dengan lembut
" Hei... kau tidak berniat menghukum ku karena menjemput suster kesayanganmu kan jim ?" Lirih pemuda jangkung itu di dekat telinga sang adik . Tidak ada jawaban , hanya hembus nafas teratur dari pemuda di depannya yang bersahutan dengan deru nafas nya .
" jihoon , jelaskan apa yang terjadi ?" Tanya Hana mulai tak sabar menunggu
" Tidak terjadi hal yang serius Hana.. awalnya ... "
" awalnya ? Jangan berbelit-belit jihoon !!"
" kita bisa saja kehilangan jimin , jika operasi besar itu tidak segera di lakukan bu ... dan aku akan membuat perhitungan dengan wanita ular itu ... " sahut seokjin dengan tatap tajam menatap kearah luar
" monster jahat itu telah menyebar ke seluruh tubuh jimin Hana, daya tahan tubuhnya semakin menurun . Ia bisa drop sewaktu-waktu tanpa bisa kita prediksi sebelumnya.." Hana menutup mulutnya tidak percaya , bagaimana bisa jiminnya harus merasakan sakit yang lebih parah dari sebelumnya .
" Jangan bercanda jihoon! Seokjinie jelaskan pada ibu nak ... adikmu baik-baik saja bukan -"
" adikku tidak pernah baik-baik saja sejak wanita itu datang bu ... dan aku bersumpah akan membuat dia menyesal telah membuat adikku menderita "
" Hei... kau pasti mendukung hyung kan ... "
" ugh... " lirih pemuda yang ditunggu-tunggu akhirnya membuka matanya dengan perlahan
" Hai pangeran tidur ... " sapa lembut anna yang pertama kali menyadari jimin membuka mata
" suster Anna-" anna tersenyum dan menggangguk pelan
" aku senang bisa melihat mata bulan ini lagi , lihat kau membuat bibi Hana kembali menangis humm ... " jemarinya memencet tombol yang terletak di atas ranjang jimin
" i-ibu ... "
" maaf membuat i-bu menangis lagi... "
" kau ku maafkan , asal kau berjanji menuruti kemauan ku " sahut seokjin yang masih berdiri dengan tangan bersedekap congkak . Jimin menoleh dan tersenyum tipis lalu mengangguk pelan
" a-ayah ..."
" hallo jagoan ayah ... " jimin kembali tersenyum , hatinya menghangat ketika ia menemukan seluruh anggota keluarganya berada di sini .
KAMU SEDANG MEMBACA
THE LAST DAY
Fanfictionketika aku membuka mata di pagi hari bisakah aku melihat senyum mu yang tak pernah ku dapatkan sejak dulu ? maafkan aku Hyung -park Jimin ketika aku melihatmu , sesungguhnya saat itu pula aku mengingat semua yang telah berlalu dimana kau dan ibumu...
