Prolog

173 7 1
                                        

"heh pegangin tangga nya gila!" Pekik gadis yang sedang menaiki tangga dimalam hari kala semua penghuni pesantren sudah terlelap

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"heh pegangin tangga nya gila!" Pekik gadis yang sedang menaiki tangga dimalam hari kala semua penghuni pesantren sudah terlelap.

"Ini udah gue pengangin" balas gadis yang masih berada dibawah.

Tampak gadis tadi yang menaiki tangga lebih awal sudah sampai diatas. "Ayo cepet keburu ketahuan mas-mas"

Gadis yang masih dibawah tadi menyusul naik sedangkan yang diatas membantu memegang agar tak bergoyang-goyang.

"Huh" nafas lega keduanya karena telah sampai diatas tersisa kembali turun kebawah dengan arah berbeda.

"Kelamaan pake tangga lagi mending lom--

Bruk.

"Hahahaha, syukur Lo celosia" gadis yang masih diatas tertawa melihat rekannya yang sudah jatuh tanpa disengaja sebelum menyelesaikan ucapannya.

"Awss, diem Lo gia!" gadis yang tadi dipanggil celosia itu menatap tajam gadis yang dipanggil gia.

Gia tak menggubris dan segera menuruni tangga takut jika mereka akan tertangkap basah.

Hap.

Setelah sampai dibawah gia menepuk-nepuk kedua tangannya menghilangkan debu, lalu mengambil tangga yang tadi mereka gunakan untuk disembunyikan.

"Bantuin gue berdiri" celosia menyulur kan tangannya pada gia.

"Halah lemah" cibir gia tak ayal ia tetap membantu celosia.

"Ayo cepet keburu malem"

"Ini udah malem gila"

Gia kembali tak menggubris dan berlalu melewati semak-semak.

"Gue ditinggal asem" gerutu celosia, lain kali jika ia kabur tidak akan mengajak gia lagi.

Kedua gadis yang terlihat seperti maling namun manis itu berjalan cepat agar tak membuat teman mereka diluar menunggu lama. Sebenarnya mereka berdua hendak menuju pasar malam yang selalu diadakan malam Minggu dan tentunya berkencan bersama pasangannya tetapi tidak dengan celosia dia memilih jomblo fisabilillah, padahal sebenarnya ia begitu karena tidak laku.

"Hai!" Seru girang gia pada dua lelaki yang duduk lesu diatas motor sport nya.

"Lama banget heran" gerutu nazi-pasangan gia.

"Heh dasar Lo gue ditinggal!" Lelaki dibelakang nazi menoleh pada asal suara seketika sudut bibirnya tertarik membentuk senyum tipis.

 CelosiaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang