"gue nggak bisa milikin lo, tapi gue berhasil jaga lo."
-Jehnam kajendra
"Tidak ku sangka satu hari sebelum aku melamarmu, kamu lebih dulu menikah dengan sahabat ku sendiri."
-Samudra
"Aku terpaksa sebelum mengetahui kenyataannya."
-Azmeal Az-ziyad...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tiga bulan berlalu. Lika-liku ujian akhirussanah sudah mereka lalui pun dengan ujian hidupnya.
Haflah akhirussanah tinggal menghitung hari atau mungkin jam?
Sebelum haflah, di pesantren Al-ikhsan diadakan lomba-lomba seperti lomba nadzom, membaca Al-Qur'an, pidato, puisi, cerdas-cermat, desain kamar, dll. Dan malam ini mereka mengadakan lomba fesyen show dalam tema islami.
Semua ini terlaksana di dua tempat, lebih tepatnya masing-masing, santriwati-santriwati, santriwan-santriwan.
Di setiap kamar terkadang memiliki perwakilan atau seluruhnya bisa mengikuti, sedangkan lomba kali ini semua boleh ikut. Alhasil tiga gadis asrama Marwah sedang duduk berpikir kira-kira tema apa yang akan mereka kenakan.
"Paling bener gue kagak ikut udah." Kesal celosia. gadis itu tampak menyerah.
"Kayaknya gue juga deh," timpal gia.
Celosia dan gia melihat pada azza yang masih berpikir dan harapan satu-satunya karena disetiap kamar harus ada yang ikut.
"Za, Lo mau jadi apa? Wewe gombel?" Ejek celosia menaik turunkan alisnya.
"Jadi ukhti aja za, Lo mah cocok kalo gue nanti jadinya Kunti," canda gia ikut memasmanasi.
Azza diam tampak berpikir keras. "Kayaknya bukan ide buruk. azza mau jadi ukhti aja deh." Binar azza membuat gia melonggo, padahal tadi bercanda malah sungguhan.
"Lo punya cadar?" Tanya celosia.
"Iya, tenang aja."
Celosia dan gia mengangguk mereka pasrah asal ada yang menanggung dan tidak ter-repotkan.
☆゚.*・。゚🦋☆゚.*・。゚
Kini Azza pasrah. Kedua temanya mempredelinya. dimiringkan, kanan, kiri, azza pasrah sungguh.
"Jarum pentul gia." Azza menyulurkan tangannya kebelakang gia langsung memberinya jarum.
Katanya yang tidak ingin ikut campur ternyata kini mengambil alih segalanya. Azza merasa menjadi kelinci percobaan, tapi mending jika hasilnya bagus jika tidak?!
"Sudahhhh!" Sorak celosia bertepuk tangan senang. Gia mendorong pelan bahu celosia untuk bisa melihat azza.
"Waaah!" Gia juga sama berbinar merasa puas dengan karya mereka.
Azza kini sudah memakai abaya hitam, hijab hitam dan dan niqob yang menjuntai hingga kebelakang ditambah sedikit riasan. sangat cantik apalagi tubuh mungilnya yang semakin mungil karena memakai pakaian lebar.