"Setelah membersihkan diri segeralah ke kamarku", perintah Winwin sebelum mereka berpisah ke kamar masing-masing.
"Ada apa?"
"Hal penting. Cepatlah, sebelum jam makan malam kita tiba"
"Baiklah baiklah", sahut Renjun sambil berlalu ke kamarnya.
.
.
Sesuai perintah Winwin, setelah membersihkan diri dan merapikan perlengkapan sekolahnya Renjun segera menuju kamar sang kakak.
"Kak?" , Renjun mencari keberadaan Winwin di kamarnya.
Tak lama winwin keluar dari kamar mandi
"Sudah selesai bersih bersih?", winwin sedikit terkejut dengan keberadaan adiknya.
"Sudahlah"
"Cepat sekali?", sahut winwin sambil mengambil kaos ganti di lemari.
"Kata kakak tadi suruh cepat?!", Geram Renjun.
"Iya iyaa", setelah memakai kaosnya. Winwin segera bergabung di sofa kamar bersama adiknya.
"Ini serius. Sangat serius. Percayalah", yakin Winwin.
"Apa lagi sekarang?", Antusias Renjun.
"Ternyata Ayah kenal dengan keluarga Yuta", serius Winwin.
"Itu bukan hal yang mengejutkan kak, relasi Ayah memang banyak bukan?", Respon Renjun sedikit kecewa.
"Tapi untuk ini ada kaitannya dengan kasus itu bukan?"
"Kasusnya sudah selesai juga kan kak? Memang apa yang membuat kakak berpikiran seperti itu?", Renjun sedikit penasaran.
"Hari ini aku hanya ada satu kelas. Ayah menyuruhku datang ke rumah sakit menemuinya. Sebelum masuk ke ruangannya aku mendengar percakapan nya dengan pengacara lee", tutur Winwin dengan runtut.
Flash back
"Apa bocah Jepang itu sudah tidak disini?", Tanya Tuan huang dengan serius.
"Tidak. Menurut informant ku dia berada di Jepang"
"Kau yakin?"
"Aku sudah memastikannya", pengacara lee sudah yakin betul.
"Baguslah kalau begitu. Jangan sampai dia muncul di sekitar Kita lagi. Meresahkan saja", terdengar nada lega dari Tuan huang.
"Memang apa yang pernah kau lakukan pada keluarganya? Ini tidak Adil. Anakku sampai terseret menjadi korban. Aku merasa tidak campur tangan dengan urusanmu"
"Tidak ikut campur bagaimana? Kau kan sudah kutunjuk menjadi tim hukum rumah sakit ini. Masalah anakmu mungkin memang sudah takdirnya. Anakku dalam bahaya juga, tapi dia bisa selamat", elak Tuan Huang.
"Kurasa masalahmu dengan Tuan Nakamoto tidak ada hubungannya dengan rumah sakit ini. Dan, urusanmu di luar rumah sakit ini bukanlah ranahku"
"Sudahlah Lee, tidak perlu diperumit. Sekarang masalah sudah selesai. Kita bisa melanjutkan hidup seperti biasa lagi"
"Itu bagimu. Aku sudah kehilangan putraku, kebanggaanku. Rasanya tidak berguna lagi hidupku", Pengacara Lee meratapi nasibnya.
"Jangan terlalu larut dalam duka. Kau bukan anak kecil", remeh Tuan Huang.
"Mendengar ucapanmu ini, semakin meyakinkanku untuk mengundurkan diri sebagai tim legal rumah sakit ini", Tegas pengacara Lee sambil berlalu dari ruangan itu.
Flash Back off
"Kak, kau tau kan urusan Ayah itu banyak sekali. Itu artinya kenalan Ayah juga banyak. Pemuda Jepang tidak hanya satu. Jadi jangan langsung ambil kesimpulan", Renjun menyangkal pikiran negatif Winwin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Seven Somethings
Mystery / ThrillerBerawal dari sebuah rencana yang mengasyikkan "By the way, liburan ini kalian pada mau kemana?", tanya Jeno "Sepertinya berlibur bersama cocok untuk liburan ini", ucap Renjun. Apakah liburan mereka akan benar mengasyikkan? Ataukah mereka akan terjeb...
