Hari berganti. Sekarang pukul setengah tujuh. Waktunya aktifitas dimulai.
Marsha juga, ia bertemu sang mama didapur, sedang memasak beberapa makanan untuk sarapan pagi.
Akhir akhir ini sang mama memang sangat memaksa marsha untuk makan makanan sehat, sayur sayuran dan buah-buahan. No junk food, no frozen food Dan sebagainya. Protektif sekali, sama seperti mama chika.
Beberapa waktu lalu, Marsha sempat sekali badmood dengan keputusan dari indah. Namun, mamanya itu sangatlah pandai menyihir orang. Marsha dibuat nurut dengan berbagai alasan yang masuk akal dari indah.
"Udah Mateng belum ma?" Datang Marsha , berniat ingin membantu.
"Eh? Kamu udah bangun"
"Mau Marsha bantuin gak?"
"Gausah... Kamu duduk duluan aja, sana, Sama papa"
"Okee"
Sambil mengambil satu udang yang sudah matang dari piring. Wanita itu berjalan ke meja makan. Melihat papanya sedang menulis sesuatu. entah apalah itu, mungkin kerjaan lagi. Pria itu sangat fokus sampai sampai tak tau jika anaknya berada di depannya.
"Papa... Masih pagi, udah sibuk aja"
"Eh?-Iya nak" sebentar, oniel melihat putrinya, lalu kembali melihat pekerjaannya "suami kamu mana?"
"Emmm,...Masih tidur" entah kenapa Marsha agak takut untuk menjawabnya. Ia merasa papanya akan kembali mengejek freya.
Benar dugaan marsha. Pria paruh baya itu menghentikan aktivitasnya sejenak. Ia memutar bola matanya malas "dasar pengangguran malas" Gumamnya. Tak sadarkah? Marsha mendengar itu.
"Freya udah kerja, papa" wanita itu menghela nafas. Marsha sangat lelah menghadapi sikap sang papa, yang tak pernah berubah, bahkan sudah dua bulan berlalu.
"Kerja? Kerjanya apa? Rebahan seharian? Habis itu keluyuran pulang malem, entah kemana itu?" Karena memang itu yang oniel lihat selama ini.
"Pa..." Marsha akan meluruskan pemikiran papanya yg selalu berburuk sangka ini. Hingga...
"Kheeemm" deheman itu, membuat oniel dan Marsha menoleh ke sumber suara. Ternyata Freya sudah berada disekitaran mereka beberapa waktu lalu, dan freya mendengar semuanya.
Laki laki itu kemudian berjalan ke meja makan, dan mengambil kursi tepat di sebelah marsha.
Tampang tak berdosa freya itu tampak, walaupun depan mertuanya. Tapi itu cukup untuk mertuanya yang satu ini saja.
Seolah olah abai akan pembahasan tentang dirinya tadi. Freya lebih tertarik untuk membelai perut marsha, entah effort darimana ini.
"Kerja dimana kamu?" Onielpun membuka obrolan, setelah ia merasa diabaikan oleh dua manusia didepannya.
"Bukan urusan om"
"Kamu emang kurang ajar ya!" Emosi pun kembali muncul, sangat gampang memancing emosi seorang oniel.
"Papa! udah ya pa, Ini masih pagi" lerai marsha, karena intonasi oniel yang terdengar tinggi. Karena itu freya dibuat tersenyum simpul, dan masih membelai perut marsha.
Dia merasa menang karena Marsha lebih memilih membelanya.
*******
"Gue mau minta satu hal sama Lo" wah, ini permintaan freya yang pertama selama menikah.
Keduanya menghiraukan keberadaan oniel.
"Minta a-apa?" Pantaslah wanita itu gugup. Jika ia tidak bisa memenuhi permintaan itu, bagaimana?
KAMU SEDANG MEMBACA
Selfish || Fresha
FanfictionMarsha, Seorang gadis yang memiliki hubungan yang baik baik saja dengan pacarnya, tiba tiba harus menerima kenyataan bahwa dirinya telah di bodohi. Gadis itu menemukan sebuah cara untuk mengatasi masalah pribadinya. Tapi cara itu membuat banyak pe...
