Flora terlihat berada di sebuah salah satu restoran di pinggir jalan raya. Senyumnya tak kunjung pudar sejak dirinya datang ke restoran tersebut. Ia telah memesan satu meja Disana.
Sembari menunggu kedatangan orang yang menurutnya sangat special. Ia hanya bermain dengan handphonenya.
Ia hanya memesan minuman untuk menemani dirinya saat ini.
WhatsApp
To: k'Fre nyebelin😽
Kak Free
Aku udah nyampe😽
See you🤍🖤
20:13
Selesai mengirim pesan itu ke freya, ia kembali tak bisa menahan senyumnya, karena inilah hal yang ia tunggu tunggu setelah moment dimana ia menang atas taruhannya dengan Freya waktu itu. Iya, taruhan memancing ikan waktu itu, yang lebih besar yang menang. Flora dan Freya sepakat berkencan hari ini.
**********
Seseorang yang didambakan flora juga bersiap dengan senyuman manisnya. Ia berdiri di depan kaca ruang tamunya. Merapikan baju sebelum berangkat menemui sang pacar. Karena hari ini dirinya akan berkencan.
Ting
Ia yang menerima pesan dari flora pun tak tahan untuk tersenyum. Laki laki itu mengukir senyumnya begitu pesan itu terbaca. Segera ia mempercepat diri. Ia mengambil sepatunya dirak sepatu dengan hati yang berbunga bunga, tak sabar bertemu orang yang dicintainya.
Uhuk - uhuk
Tiba tiba...
Terdengar suara batuk batuk dari kamarnya. Sudah jelas itu adalah marsha. Suara itu serak, dan terdengar sakit.
Perhatian Freya pun teralihkan. Senyuman yang tadinya tak lepas dari wajahnya, kini luntur begitu saja. Ia berdiri setelah selesai memasang dua sepatunya. Berjalan ke kamarnya untuk melihat kondisi marsha. Masalahnya marsha tidak pernah tidur sedini ini, inikan masih jam delapan.
Ia melihat istrinya berada di bawah selimut, dia terlihat menggigil seperti sedang diserang udara dingin dimusim panas seperti ini. Sesekali batuk marsha keluar dengan serak.
Freya berjalan mendekati marsha. Yang ternyata gadis itu belum tidur, dia hanya berbaring dibawah selimut dan menggigil. Mata Marsha menangkap freya yang sekarang sudah berdiri di sebelah kasurnya.
"Mau kemana?" Tanya marsha dengan suara lirih, setelah matanya melihat suaminya yang rapi seperti hendak pergi keluar.
Freya menggeleng pelan sebagai jawaban. Kemudian laki laki itu menaruh punggung tangannya di dahi marsha untuk memeriksa.
"Lo panas banget"
"Kita kedokter sekarang"
Marsha tidak menolak, karena memang ia juga merasa tidak enak badan. Freya membantu istrinya untuk berdiri tapi sepertinya Marsha sangat lemas. Hingga beberapa kali dirinya terjatuh kembali ke kasurnya.
"Gak bisa fre, gak bisa" marsha merasa kasian jika freya sangat kekeh
"Gue gendong sha, bisa pasti bisa"
Marsha menggeleng, bukannya tidak mau. Tapi marsha sangat pusing saat itu dan hanya ingin berbaring saja dikasurnya, dia tidak ingin kemana mana untuk saat ini.
"Atau gue panggil dokter aja kesini"
Wanita itu pun mengangguk, setuju. itu ide bagus.
************
KAMU SEDANG MEMBACA
Selfish || Fresha
FanfictionMarsha, Seorang gadis yang memiliki hubungan yang baik baik saja dengan pacarnya, tiba tiba harus menerima kenyataan bahwa dirinya telah di bodohi. Gadis itu menemukan sebuah cara untuk mengatasi masalah pribadinya. Tapi cara itu membuat banyak pe...
