PLAKKK!!!!
"Rasakan itu, dasar pelakor perusak hubungan orang!" ucap seorang wanita dengan emosi, sambil menangis. Melihat seseorang yang ditamparnya, ternyata adalah selingkuhan suaminya dan, lebih buruknya lagi, dia adalah sahabatnya sendiri.
"Miyumi, apa yang kau lakukan, haaa?!" suami Miyumi berteriak dengan penuh emosi, menatap tajam istrinya yang baru saja menampar selingkuhannya di kafe tempat mereka sedang makan.
"Aku hanya memberi dia tamparan agar sadar diri dengan perbuatannya, yang sudah merebut suami orang," Miyumi menjelaskan dengan tegas, menjelaskan alasannya menampar mantan sahabatnya.
"Maaf," hanya kata itu yang bisa keluar dari mulut wanita itu, sambil menundukkan kepala, menahan tangisnya.
"Dasar sahabat tak tahu diri!" ucap Miyumi sambil berusaha meraih rambut wanita tersebut, semakin kesal dengan ucapan wanita itu yang terlihat tidak merasa bersalah sedikit pun, sementara suaminya justru membela mantan sahabatnya.
"Astaga, Miyumi! Lepaskan!! Tanganmu dari rambut Hikari!" Suami Miyumi dengan susah payah berusaha melepaskan tangan istrinya yang menggenggam rambut kekasihnya.
CUUUUTTTT
CUUUUTTTT
"Oke, semuanya, untuk scene hari ini selesai," ucap sutradara yang sedang berada di kursinya, mengawasi akting ketiga artis tersebut.
"Baiklah, semuanya, untuk hari ini sampai di sini saja. Kita lanjutkan syutingnya besok," lanjut sutradara yang dikenal dengan nama Jiraiya, memberikan arahan kepada semua kru dan aktris yang ada untuk melanjutkan syuting keesokan harinya.
Ouchhh...
"Astaga, Sakura, maafkan aku. Tadi itu aku gak sengaja menarik rambutmu dengan sangat kuat. Aku hanya terbawa suasana," ucap Shion, pemeran utama dalam film yang sedang dibintanginya bersama Sakura. Wajahnya dibuat seolah penuh rasa bersalah, berusaha tampak menyesal atas apa yang baru saja dia lakukan.
"Hmm, tak apa-apa. Aku sudah memaafkanmu. Tenang saja, aku orang yang pemaaf, apalagi dengan perempuan seperti nenek lampir," ucap Sakura, sambil berusaha tersenyum meskipun terpaksa, menahan rasa kesalnya.
"Apa maksudmu, Sakura? Jadi kau menganggap diriku nenek lampir?" Shion menatap Sakura dengan wajah kesal, merasa tersinggung mendengar ucapan Sakura yang dianggapnya merendahkan.
"Wahhh, padahal aku tak menyebut dirimu nenek lampir, loh, Shion. Kenapa kau merasa dirimu seperti nenek lampir? Apakah kau merasa seperti itu?" Sakura menyindirnya dengan nada mengejek, memperhatikan wajah kesal Shion, yang akhirnya sadar kalau dirinya baru saja disindir olehnya.
"KAU!!!"
Shion, yang sudah tidak tahan, mengangkat tangannya hendak menampar balik Sakura. Tapi sebelum tangannya sempat mendarat, suara sutradara kembali memanggil:
"Shion! Kemari sebentar, kita perlu bahas beberapa hal penting."
Sakura hanya bisa tersenyum sinis melihat Shion berbalik dan berjalan tergesa menuju sutradara. Dalam hatinya, ia tahu betul apa yang akan dibahas oleh Shion dan Jiraya.
"CKCKCKCK, hal untuk memuaskan nafsu sutradara Jiraiya," pikir Sakura dalam hati, sambil melihat kepergian Shion yang tampak sedikit tergesa-gesa.
Setiap orang pasti bertanya, kenapa Sakura yang sudah 8 tahun berkarier di industri perfilman selalu menjadi aktris pendamping, dan tak pernah menjadi pemeran utama dalam film. Jawaban yang sangat mudah bagi Sakura, karena dia tidak mau menjual tubuhnya demi mendapatkan peran utama. Bagi Sakura, banyak artis yang dia kenal menjadi terkenal hanya karena kecantikan dan cara mereka menggoda sutradara.
KAMU SEDANG MEMBACA
Selir Sakura
DiversosHaruno Sakura adalah seorang aktris pendukung yang sangat bertalenta. Namun suatu hari ketika Sakura menonton sebuah berita yang menampilkan seorang pengusaha suksek dan tampan. Ternyata bercerai dengan istrinya yang merupakan seorang model interna...
