x. found nothing at the end

727 141 20
                                        

Dari balik jendela mobil yang terbuka kacanya, satu tangan yang punya jejarian lentik nan cantik terulur menyapa hembusan udara, sementara pemiliknya merebahkan punggung pada sandaran kursi sisi kiri yang ia duduki

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Dari balik jendela mobil yang terbuka kacanya, satu tangan yang punya jejarian lentik nan cantik terulur menyapa hembusan udara, sementara pemiliknya merebahkan punggung pada sandaran kursi sisi kiri yang ia duduki.

Tenang, melepas pandangan kepada tiap-tiap objek yang berlalu seiring kendaraan ini melaju. Santai, bicara kepada Jaime, di sisi kanannya, "Aku mengantuk."

Seperti tidak punya kekhawatiran apa pun, padahal Jaime telah bertindak kelewatan beberapa menit silam. Hal yang membuat detak jantung Jaime berantakan seperti tidak punya pengaruh apa-apa terhadap Annelyn.

Ketika tadi Jaime berpikir Annelyn mungkin akan melarikan diri, terbirit pulang ke rumahnya setelah bibir mereka nyaris saling menyapa; ketika Jaime bahkan masih setia diam di tempat, duduk di anak tangga ketiga klinik, masih sibuk menata detaknya;

Annelyn justru dengan tenang beranjak menuruni tangga dan berkata, "Cepatlah, Dokter! Kau bilang tidak punya banyak waktu, bukan?"

Seperti bibir manisnya tak berharga, dan seperti ciuman bukan apa-apa.

Oh, tentu. Jaime hampir lupa kalau di negara asal Annelyn, hal-hal semacam ini mungkin sudah membudaya.

"Aku tidur sebentar, ya."

Dan, lihat betapa damainya perempuan itu kini memejamkan mata di sisi Jaime yang barusan hanya menjawab,

"Hm," seraya tetap melepas pandangan lurus ke depan dan menyetir.

Bukan Jaime tidak suka. Hanya rasanya tidak benar saja. Namun, Jaime sendiri juga tidak tahu yang benarnya bagaimana.

Di satu sisi, Jaime ingin Annelyn waspada—sebab ia tidak bisa menjamin masa depan juga hal-hal buruk apa yang mungkin ia lakukan. Namun, di sisi lain, Jaime senang Annelyn merasa nyaman di sisinya dan ingin membuat perempuan itu selalu nyaman.

Fajar telah sepenuhnya tersingkir, tergantikan oleh terang. Matahari dari timur memaparkan sinarnya ke segala penjuru negeri, sebagian menelusup ke dalam mobil yang Jaime kendarai dan jatuh tepat di atas wajah Annelyn.

Lalu, tangan kanan Jaime bergerak meninggalkan stir. Terulur ke samping, jemarinya meneduhkan Annelyn dari segala silau, berharap perempuan itu tetap damai dalam lelap.

Hingga mereka tiba di pusat kota yang penuh dengan hiruk-pikuk manusia.

Annelyn membuka mata dan melihat kursi di sampingnya telah kosong. Manusia yang tadi duduk di sini, terpantau tengah bercakap-cakap dengan seorang saudagar.

Ini adalah kantor wali kota, tempat Jaime diperintahkan kepala desa untuk mengambil suplai beras untuk para warga desa.

Menurunkan kaca jendela mobil yang entah kapan ditutupnya, Annelyn meletakkan kedua tangan di kusen dalam posisi tertumpuk berikut meletakkan dagu di atas tumpukan tangan.

DESPEDIDACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang