xxii. holding and held

453 90 41
                                        

Duduk di dalam angkutan kota dengan bungkusan kertas berisi parfum di pangkuannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Duduk di dalam angkutan kota dengan bungkusan kertas berisi parfum di pangkuannya. Turun di perbatasan desa. Melangkah menyusuri jalanan bermedan tanah bebatuan.

"Hei, Bukankah Anda adalah Nona Pemilik Rumah di Ujung Jalan! Saya Pak Kepala Desa. Ayo, naik, biar saya antar!"

Jalan menuju pulang memang masih lumayan jauh. Kakinya juga agak pegal dan sakit. Lagipula, laki-laki paruh baya yang mengaku kepala desa ini tidak terlihat seperti kriminal. Jadi, tidak ada alasan Annelyn untuk menolak tumpangan.

Sedikit terkesiap Annelyn sewaktu klakson tiba-tiba dibunyikan. Lebih tersentak lagi ia sewaktu laki-laki di sampingnya berseru, "Selamat pagi, Dokter Jaime! Masih belum membuka klinikmu?! Istriku mengeluh sulit buang air besar!"

Menoleh, Annelyn temukan laki-laki yang tak dijumpainya dua minggu belakangan ini tengah memotong kayu di halaman sebuah rumah.

Jaime di sana, meletakkan kapak, menoleh seraya menyeka peluh di dahi, "Saya akan membukanya siang ini! Silakan datang, Pak!" mempersembahkan senyuman.

Seketika itu, Annelyn mengeratkan genggaman pada bungkusan kertas di pangkuan, menahan keinginan untuk turun dari mobil dan menghampiri laki-laki itu.

Tidak sekarang. Tidak, ketika keberaniannya masih sangat tipis. Tidak, ketika Jaime melenyapkan senyumannya di sana sesaat setelah pandangan mereka sempat saling menyapa.

Saat ini, Annelyn merasa cukup dengan mengetahui bahwa ... ternyata itu tempat tinggalnya—terlihat nyaman, dan ternyata dia baik-baik saja.

"Astaga! Dave apa yang kau lakukan dengan mobil ini?!"

"Aku meminjamnya sebentar tadi dan tidak sengaja membuatnya menabrak pohon, Ayah!"

"Astaga anak ini! Lihat saja, Dokter Jaime pasti akan membunuhmu!"

Namun, apakah ia benar-benar merasa cukup sampai di sana?

Setelah sempat mengucap terimakasih dan berpamitan pada kepala desa, Annelyn sempat berhenti melangkah ketika mendengar sedikit keributan.

"Dokter Jaime tidak akan melakukannya! Dia sendiri yang menyuruhku memakai mobilnya kalau aku mau."

"Bukan berarti kau bisa memakainya sesuka hatimu, Dasar Berandal!"

Ketika nama itu disebut, Ia menoleh ke arah teras rumah kepala desa. Melihat pada sebuah mobil yang sedikit tergores di bagian depan. Mobil yang tidak asing di pandang sebab ia pernah duduk di joknya dalam rangka menemani Jaime ke pusat kota.

Lalu kenangan di hari itu menyerangnya sepanjang hari ini.

Sepanjang mengarungi sisa jalan menuju rumah, menyantap makanan di meja makan, duduk dan merebah di atas ranjang seraya memandangi langit petang yang terbingkai pada jendela.

DESPEDIDATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang