Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Dokter Jaime!"
Ia berhenti mengaduk isi cangkir sehingga klinik kecilnya seketika menjelma sepi.
"Pak Dokter!"
Lalu, suara nyaring dari luar itu terdengar lebih jelas lagi, disusul dengan kemunculan seorang wanita setengah baya berbadan gemuk yang menggendong perempuan muda-kurus-pucat di punggungnya.
"Pak Dokter, tolong dia! Sedari tadi hidungnya tidak berhenti mengeluarkan darah!"
Sekian detik Jaime terdiam memandang si 'dia'—perempuan yang hidungnya betulan tidak berhenti mengeluarkan darah; yang sebagian wajah dan bajunya tercoreng darah; yang matanya setengah terpejam; yang pandangannya layu bagai kembang tak disiram; dan yang (entah kenapa) nampak berbeda dari perempuan-perempuan di negeri ini.
Antara karena hari masih terlalu pagi untuk memulai pekerjaan atau karena pesona itu perempuan, responnya menjadi agak lambat.
"Pak Dokter! Anda mendengar saya?!"
Perlu sedikit sentakan agar Jaime kemudian bergegas; meletakkan sendok di atas meja, menyibak tirai, menyiapkan ranjang pasien, "Baringkan di sini!"
Wanita itu terlihat kepayahan, maka mau tak mau, Jamine mengambil alih peran; membantu membaringkan.
Penanganan diberikan. Hidung yang tak berhenti mengucurkan darah itu disumbat dengan kain kasa. Beberapa suntikan darah disalurkan ke dalam tubuh untuk mengganti yang hilang. Sekalipun perempuan itu kerap kali merintih; meminta dipulangkan.
"Dia putri Anda?"
"Bukan. Dia penyewa rumah saya."
"Anda punya identitasnya?"
Mereka duduk saling berhadapan; Jaime dengan tangan kanannya menggenggam pena, dan tangan kirinya membolak-balik lelembaran; wanita itu dengan sedikit ketegangan di muka.
"Saya tidak punya. Saya hanya tahu namanya ... Annella? ... eum Annema? ... ah ... saya agak lupa, tapi kurasa itu Annelyn. Ya. Itu dia!"
Sedikit menaikkan alis, lalu menulis nama sesuai yang didengarnya. "Anda tahu dari mana dia berasal?"
"Eum itu ... dia tidak menyebutkannya! Tapi, kurasa dia keturunan keluarga bangsawan. Ya! Seperti itu, mungkin. Dan, yang jelas dia ... bukan berasal dari negeri kita."
"Anda yakin?"
Wanita itu mengeluarkan sesuatu dari kantong bajunya, meletakkan selembar uang asing di atas meja sang dokter, "Dia membayarku dengan ini. Dan, aku berniat menukarnya ke pusat kota. Lihat!" menunjuk tepat pada keterangan jenis mata uang yang tertulis.
"Dia berasal dari seberang," yakin wanita itu.
Seharusnya, cukup. Untuk ukuran klinik kecil di penghujung desa terpencil ini, nama dan asal saja sudah cukup untuk dicantumkan pada data pasien.
Namun, pada saat menoleh pada perempuan yang berbaring lemah di ranjang sana, tiba-tiba saja Jaime penasaran terkait dua:
"Bagaimana caranya sampai ke sini?"
dan,
"Apa tujuannya?"
Brugh!
"Astaga, Nona!!!"
[]
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
***
notes:
oke, singkat-singkat biar ngga berat hehehe gimana yorobun? suka, tidak?