Bak tokoh Utama dinegeri Dongeng

4.6K 138 9
                                        

Kepulangan prabowo disambut senyum oleh titiek didepan pintu rumahnya.
"Selamat pulang mas, terimakasih" ucap titiek dengan mata yang berkaca-kaca.
Prabowo melangkah dengan penuh pijakan kewibawaan menghampiri istrinya. Tidak ada pelukan, ia menghampiri titiek menggandeng tangannya untuk masuk tampa mengatakan sepatah katapun, ia hanya tersenyum penuh makna.

Pak edy prabowo sebagai aspri terdekat prabowo mengikutinya. Ia berhenti saat prabowo membawa titiek masuk kekamar mereka. "Saya mau istirahat" ucap prabowo seraya masuk kekamar dan menutup pintu kamarnya.

"Siap pak" jawab edy, kemudiam berlalu pergi.

Prabowo mendudukkan istrinya ditepi tempat tidur. Sementara prabowo membuka baju dinas lorengnya.
Titiek merasa heran, "mau makan mas? Atau mau mandi dulu?" Tanya titiek lembut.
"Sebentar" jawab prabowo sambil mendekati titiek. Ia meletakkan lututnya dilantai kemudian memeluk titiek dengan lembut dibagian perutnya yang sudah mulai nampak membesar. Prabowo ingat saat ia berangkat bertugas ketimor-timor kehamilan titiek belum nampak. Ia menempelkan telinganya di perut titiek yang sudah nampak membesar itu.
"Apakah ia rindu saya?" Tanya prabowo.

"Bukan cuma dia yang rindu mas, ibunya juga rindu" tutur titiek sambil tersenyum.

Prabowo tersenyum juga, "saya melewatkan banyak hal dengannya, semoga dia tidak marah" .

"Dia tau papanya galak, jadi alhamdulillah dia gak nakal"

"Tidak, papanya gak akan galak-galak sama dia, kecuali dia nakalin ibunya" Tutur prabowo yang masih memeluk perut istrinya itu.

Titiek tertawa kecil, "mandi dulu mas, terus makan. Biar enakan badannya, biar cepat-cepat bisa istirahat. Pasti cape kan."

"Iyaa, papa mandi dulu ya" ucap prabowo sambil mencium perut istrinya itu. Ia beranjak bangun untuk mandi. Selesai makan, ia beristirahat dirumahnya, ia bahagia bisa pulang.
Keberhasilan prabowo dalam misinya ditimor-timor membuatnya mendapat pujian. Ia pun mendapatkan kenaikan pangkat dari kapten menjadi mayor. Namun hal itu tentu juga menjadi cibiran dan gosip-gosip kurang baik diberbagai kalangan. Banyak yang mengatakan sangat wajar jika seorang prajurit yang baru menjadi mantu presiden beberapa bulan bisa langsung naik pangkat.  Namun prabowo tidak terlalu ambil pusing, toh sebelum ini dia juga sering mendengar cibiran tentang dirinya. Karirnya yang memang cemerlang bahkan sebelum ia menjadi mantu presiden disebut karna ia berasal dari keluarga yang bukan orang biasa, kakeknya adalah bankiir sementara ayahnya adalah begawan terkemuka dan mantan mentri keuangan selama 10 th dalam pemerintahan pak harto dulu. Jadi cibiran-cibiran seperti itu sudah dianggap sebagai makan harian bagi prabowo dari awal ia berkarir dikesatuan ABRI. Bahkan saat berita hubungannya dengan titiek banyak yg berkata bahwa ia hanya ingin mengambil kesempatan untuk menjadi mantu presiden. Padahal sebelum bertemu dengan titiek, prabowo sempat menjalani hubungan serius dengan anak dari dr. Sajiman, Kepala RS TNI di Magelang, yang saat itu sudah menjadi dokter gigi.
Prabowo suka dengan tunangannya ini karena pintar memainkan piano lagu-lagu klasik, suka membaca buku, cerdas, dan sering berbahasa Inggris dalam komunikasi keduanya. Namun hubungan mereka berakhir karna kesibukan prabowo sebagai seorang tentara.

Kemudian prabowo bertemu dengan titiek dan langsung jatuh hati padanya. Ia terpesona dengan kepribadian Titiek yang lincah, gaul, smart, dan tekun. Padahal perbedaan kepribadian keduanya sangat mencolok. Prabowo yang sangat disiplin, selalu ikut tatakrama dan aturan, formil, tegas, sehingga terkesan kaku, tipikal gaya aristokrat hasil gemblengan sang Ibu. Sementara Titiek yang lincah, dinamis, cenderung melawan aturan protokoler istana. Boleh dibilang Titiek itu anak jalanan sedangkan Prabowo anak rumahan yang patuh.

Waktu terasa cepat sekali berlalu bagi pasangan yang berbahagia,Tepat tanggal 22 maret 1984 prabawo dan titiek resmi bergelar sebagai orangtua. Pada pukul 13.13 WIB di Rumah Sakit Anak dan Bersalin (RSAB) Harapan Kita dengan berat badan saat itu 3,7 kilogram. Kelahirannya ditunggui langsung oleh sang ayah Prabowo Subiyanto, beserta Presiden Soeharto, dan Ibu Tien serta tidak ketinggalan Prof. Dr. Soemitro dan Ibu Dora Sigar yang merupakan Kakek dan Nenek Didit. Titiek beruntung saat ia mengalami kontraksi suaminya memang selalu ada disampingnya. Bahkan saat akan proses persalinan ibu tien meminta prabowo ikut bersamanya menemani titiek yang akan melahirkan. Ibu tien ingin prabowo melihat dan tau bagaimana pejuangan istrinya untuk melahirkan anak mereka kedunia ini. Selama proses persalinan, prabowo memegang tangan istrinya itu, tapi ia terlihat memalingkan wajah, ia tidak tega dan agak ngeri melihat titiek yang kesakitan saat itu. Namun ibu tien menegurnya, meminta ia untuk hanya boleh melihat kearah titiek yang sedang kesakitan, pandangannya hanya boleh mengarah kearah istrinya itu.

KESETIAANCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang