Malam ini selesai sholat isya titiek berbaring dikasurnya.
Namun tak berapa lama ia mengubah posisinya menjadi duduk, lama ia termenung kemudian membuka laci nomor dua disamping tempat tidurnya untuk mengambil sebuah kotak disana.
Lama ia hanya memangku kotak itu ditangannya, perlahan ia membukanya mengambil lembaran surat didalamnya.
Senyum terukir diwajahnya saat membaca lembaran surat itu satu persatu.
Matanya berkaca-kaca saat mengambil beberapa foto didalam kotak itu. Foto dirinya dengan prabowo saat ia mengunjungi laki-laki yang dicintainya itu dijordan.
__________________
#Flashback
Titiek masih sibuk mengurus hal-hal dijakarta yang menyangkut keluarga besarnya.
Surat dari prabowo yang ia terima hari ini membuat hatinya begitu senang.
Fadlyzon secara pribadi menyampaikan surat itu kepadanya tadi sore dirumahnya.
Jordan, 1999
Sayangku,
Bagaimana kabarmu di sana, dalam keheningan yang menggema?
Semoga Jakarta tak begitu sesak, Dan semoga segala beban tak menambah resah.
Bagaimana Bapak dan keluarga?
Semoga mereka selalu diberi kesehatan yang sempurna.
Di sini musim panas datang dengan sinar yang membara,
Namun hatiku tetap terasa dingin tanpa dirimu di dekatku, seperti bulan yang jauh di angkasa.
Tempat-tempat indah banyak yang aku singgahi, Tapi semua terasa sepi dan hampa, tak seperti yang aku bayangi.
Abdullah bilang itu tempat terbaik di negeri ini, Namun aku hanya merasakan kosong tanpa kehadiranmu di sisi.
Aku merindukanmu dalam setiap detik yang berlalu, Mencari cara agar rasa ini tak semakin mengganggu.
Kadang aku harus berusaha tidur agar bisa bertemu, Dalam mimpi, di sana aku bisa merasakan kehangatan cintamu yang selalu menunggu.
Aku ingin tidur tanpa terbangun,
Agar kita bisa terus bersama, tak ada jarak yang menghalangimu. Namun aku sadar, tak ingin itu hanya bayangan yang berlaru, Aku ingin cinta ini nyata, tak hanya menjadi angan yang merayu,
Aku disini sedang berjuang memulai usaha yang baru. Aku akan berhasil, engkau tak perlu khawatir.
Aku akan berusaha sangat keras, agar ciuman hangatmu tak hanya ku terima lewat kertas.
Aku tak sabar menanti, ciumanmu bukan hanya dalam surat ini terukir, tetapi nyata di dibibir.
Suamimu, Prabowo Subianto
Mata titiek berkaca-kaca membaca surat itu, bukan hanya senang dan cinta namun perasaan sedih juga ia rasa.
Titiek mengambil pena dan kertas, ia membalas surat itu dengan hanya sekali menulis tampa adanya pergantian kertas berbeda dengan prabowo yang saat menulis surat itu harus beberapa kali mengganti kertas karna ada kata yang dirasanya kurang pas.
Titiel melipat surat itu hati-hati dan memberikannya pada fadlyzon dua hari kemudian saat fadlyzon kembali berkunjung kerumahnya. Titiek juga menitipkan beberapa baju dan makanan khas indonesia untuk suaminya itu.
Fadlyzon menerimanya dengan ramah dan mengucapkan terimakasih sebelum pergi. Saat hendak naik mobil, titiek memanggil fadlyzon sekali lagi, fadlyzon mendekat dengan santun.
KAMU SEDANG MEMBACA
KESETIAAN
FantastikKisah ini bukan tentang titiek dan prabowo, kisah ini tentang penyatuan dua keluarga yang besar, berpengaruh pada masanya. Dua keluarga yang sangat berbeda budaya dan latar belakangnya. Banyak yang berkata, kisah mereka berakhir dengan tragedi nan...
