Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Belum Waktunya

2K 145 29
                                        

Ditahun 2019 ini rupanya kembali bukan takdir kemenangan bagi prabowo dan partai gerindra.
Kembali lagi mereka harus berbesar hati.
Ini adalah pertemuan antar keluarga setelah pertemuan partai yang sebelumnya prabowo lakukan.
Keluarga saling menyemangati, didiet juga ada disana bersama titiek.
Semua tampak berusaha saling menyemangati satu sama lain.
Selesai acara makan semua berkumpul di sofa yang panjang mengeliling. Yang tua-tua saling mengobrol riang sementara yang muda ada disudut lain.
Didiet dan sepupu-sepupunya membicarakan soal bisnis dan kegiatan masing-masing kedepannya.

Sebagai yang paling dituakan mas soedrajad memulai percakapan lebih dahulu, melihat percakapan akan dimulai titiek yang duduk disamping bianti dengan lembut bangun dengan senyumnya. Seketika perhatian tertuju padanya. Titiek merasa tidak pantas ada dalam obrolan keluarga, namun tangan bianti cepat menahan lengannya bertanya "mau kemana?"

"Mau kesana dulu, dengerin obrolan yang muda-muda" jawab titiek dengan senyumnya.

"Disini saja" balas bianti.

"Ehh?" Titiek menggeleng.

Setelah mendapatkan pelototan mata manja dari bianti, titiek akhirnya kembali duduk.

Mas soedrajad memberikan wejangan-wejangan saling menguatkan, ia mengingatkan masa lalu yang sudah dilewati dengan baik. Ia memberikan semangat untuk mereka sama-sama berjuang dan mengabdi untuk bangsa.

Prabowo mengangguk tanda setuju, yang lain juga memberikan nasehatnya. Bianti dan maryani saling menguatkan. Fadlyzon dan dua orang lainnya mendengarkan dengan seksama.

Suasana haru sedikit menyelimuti mereka, kembali mengenang orangtua dan keluarga yang sudah lebih dahulu meninggalkan dunia.

Perkataan hashim dengan cepat merubah suasana haru jadi lucu "Jangan pusing-pusing bang, tenang saja duit saya masih banyak" ceplosnya.

"Hahahaaa. ." Semua disana tertawa.

"Lantas bagaimana?" Canda prabowo.

"Nahh. . Itu tenang saja duit hashim masih banyak" balas soedrajad tertawa.

"Bagi sini duit mu bagi sini. . ." Ucap bianti.

Sementara titiek, fadlyzon dan yang lainnya hanya ikut tertawa saja.

"Loh iya kan.. . Duit masih banyak. . Apa yang dipusingkan? Duit masih banyak yang direkening, masalahnya banyak juga yang dikeluarkan. Ya seimbanglah totalannya" canda hashim.

Selesai acara obrolan itu, prabowo mengantar titiek kepintu depan untuk pulang.
Bianti dan yang lainnya tidak ikut mengantar mungkin mereka peka barangkali ada yang ingin prabowo dan titiek bicarakan. Sebab mereka berdua sama sekali tidak saling memiliki onrolan cukup saat bersama mereka tadi.

"Mas. . " Titiek memulai obrolan lebih dulu.

Prabowo berhenti berjalan membuat titiek juga berhenti.
"Tidak apa-apa mas! Mungkin belum rezekinya. Yang penting selalu berusaha, dan ingat pada gusti Allah" tutur titiel lembut.

"Iya. Insyaallah. Tidak apa. Namanya dalam pertempuran kalah menang biasa" balas prabowo tersenyum.

Titiek tersenyum.

"Toh menang kalah saya tetap dirayakan" lanjut prabowo menatap titiek.

*Flashback*

Tahun 1985 adalah kenaikan pangkat prabowo untuk pertama kalinya setelah menikah.
Titiek membuat tumpeng kecil dirumahnya untuk merayakan hal itu.
Prabowo yang awalnya sedikit tidak tenang lantaran mendengar gosip atas cibiran kenaikan pangkatnya yang cepat berubah jadi senang saat melihat titiek menyambut kepulangannya didepan pintu rumah dengan didiet digendongannya.

KESETIAANCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang